Bagikan:

JAKARTA - Penghilangan ancaman nuklir dari Iran yang harus termasuk dalam kesepakatan akhir Amerika Serikat dan Iran, membutuhkan pembongkaran fasilitas pengayaan dan pemindaan uranium yang diperkaya milik Iran, menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

PM Netanyahu mengatakan pada Hari Minggu, Ia dan Presiden AS Donald Trump sepakat setiap kesepakatan akhir dengan Iran harus menghilangkan ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh Teheran.

Melalui unggahan di Telegram, Netanyahu mengatakan ini akan membutuhkan pembongkaran fasilitas pengayaan nuklir Iran dan pemindahan material nuklir yang diperkaya dari wilayahnya, melansir Al Arabiya (25/5).

PM Netanyahu menambahkan, Presiden Trump telah menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri terhadap ancaman di semua lini, termasuk di Lebanon.

Sebelumnya, seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada AFP, Trump meyakinkan Netanyahu bahwa Ia akan tetap teguh pada tuntutannya untuk pembongkaran program nuklir Iran sebagai syarat dalam setiap kesepakatan akhir dengan Teheran.

"Presiden Trump menjelaskan Ia akan tetap teguh dalam negosiasi mengenai tuntutannya yang telah lama untuk pembongkaran program nuklir Iran dan pemindahan semua uranium yang diperkaya dari wilayah Iran, dan Ia tidak akan menandatangani kesepakatan akhir tanpa syarat-syarat ini," kata pejabat itu, merujuk pada percakapan antara kedua pemimpin pada Sabtu malam.

"Amerika Serikat sedang memberikan informasi terbaru kepada Israel mengenai negosiasi seputar nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulai pembicaraan menuju kesepakatan akhir mengenai isu-isu sengketa yang masih belum terselesaikan," lanjutnya.

Selama pembicaraan mereka, Netanyahu menekankan Israel "akan mempertahankan kebebasan bertindaknya terhadap ancaman di semua lini, termasuk Lebanon," kata pejabat itu.

"Presiden Trump menegaskan kembali dukungannya terhadap prinsip ini," tambahnya.