JAKARTA - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) menegaskan pada Hari Selasa, normalisasi hubungan negaranya dengan Israel melalui Perjanjian Abraham yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tergantung pada kejelasan Negara Palestina.
Hal itu dikatakannya saat bertemu dengan Presiden Trump di Gedung Putih pada Hari Selasa, dalam kunjungan resmi kenegaraan ke Amerika Serikat.
"Kami ingin menjadi bagian dari Perjanjian Abraham. Tetapi kami juga ingin memastikan kami mengamankan jalur yang jelas menuju solusi dua negara," kata Pangeran MBS di Ruang Oval, Gedung Putih bersama Presiden Trump, melansir Al Arabiya 19 November.
"Kami akan mengupayakannya, untuk memastikan bahwa kami dapat mempersiapkan situasi yang tepat sesegera mungkin," lanjutnya.
"Kami menginginkan perdamaian bagi Israel. Kami menginginkan perdamaian bagi Palestina. Kami ingin mereka hidup berdampingan secara damai di kawasan ini, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tanggal tersebut," tandas Pangeran MBS.
Diketahui, Arab Saudi telah berulang kali menyatakan, mereka tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa Negara Palestina.
Kunjungan resmi kenegaraan Pangeran MBS di Negeri Paman Sam direncanakan berlangsung selama dua hari. Selain bertemu Presiden Trump, Pangeran MBS juga akan bertemu anggota Kongres dari Senat dan DPR pada Hari Selasa.
Besoknya, Pangeran MBS bersama Presiden Trump direncanakan menghadiri US-Saudi Investment Forum di Kennedy Center, sebelum mengakhiri kunjungan resmi kenegaraannya usai acara tersebut.
BACA JUGA:
Abraham Accords sendiri merupakan jembatan upaya normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab yang digagas periode pertama pemerintahan Presiden Trump, ditandatangani oleh Bahrain, Uni Emirat Arab dan Israel pada 15 September 2020 di Washington DC. Maroko menyusul Desember 2020 dan Sudan Januari 2021.
Presiden Trump sejak lama ingin Arab Saudi bergabung dengan perjanjian tersebut. Saat menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu September lalu, Presiden Trump mengatakan "Siapa tahu, mungkin Iran pun bisa bergabung (Abraham Accords)."
Sementara saat berpidato dalam "Sharm El Sheikh Summit For Peace: Agreement To End The War In Gaza" yang digelar di Sharm El-Sheikh, Mesir bulan lalu, Presiden Trump berharap lebih banyak negara dapat bergabung dengan Perjanjian Abraham atau Abraham Accords, mengatakan tidak ada lagi alasan mengenai Jalur Gaza dan Iran.