Bagikan:

JAMBI - Polda Jambi memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan tiga kasus di Lapangan Mapolda Jambi, Kamis 21 Mei 2026. Kegiatan itu dirangkai dengan deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 20 kilogram sabu, 20.241 butir ekstasi seberat sekitar 9,1 kilogram, serta 1.975 cartridge etomidate atau sebanyak 4.332,5 mililiter. Barang bukti tersebut berasal dari tiga laporan polisi dengan enam tersangka.

Kapolda Jambi Krisno Halomoan Siregar mengatakan pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai bentuk transparansi dan komitmen aparat dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Jambi.

“Pemusnahan barang bukti yang kita saksikan hari ini bukan sekadar rutinitas formalitas hukum, tetapi bentuk ketegasan dalam memutus rantai peredaran narkoba,” kata Krisno.

Ia menyebut selama lima tahun terakhir Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 3.760 kasus narkoba dengan total 5.385 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, aparat menyita sekitar 1,4 ton narkotika berbagai jenis.

Menurut Krisno, pengungkapan dan penyitaan barang bukti itu diperkirakan telah menyelamatkan 126.391 jiwa dari bahaya narkoba.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pemerintah daerah mendukung langkah penegakan hukum terhadap peredaran narkotika di Provinsi Jambi.

“Tidak ada tempat aman bagi narkoba di Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba yang diharapkan dapat dilanjutkan hingga tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga RT.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi Dewa Made Palguna mengatakan pengungkapan kasus itu juga dinilai mampu mencegah potensi kerugian negara untuk biaya rehabilitasi sebesar Rp606,7 miliar, dengan nilai ekonomis barang bukti mencapai Rp26,2 miliar.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam memerangi narkoba.

“Kami mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah, BNNP, Kejaksaan, Pengadilan, TNI, civitas akademika, media pers serta seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan menyatakan perang terhadap narkoba,” pungkasnya.