JAKARTA - Sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak memberikan kontribusi yang merata untuk mendukung Ukraina, dengan beberapa negara gagal memberikan kontribusi yang cukup, kata Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Hari Kamis.
Berbicara pada konferensi pers bersama Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson, Sekjen Rutte mengatakan dukungan untuk Ukraina tetap tidak merata di seluruh aliansi yang beranggotakan 32 negara.
"Ada sejumlah negara terbatas, termasuk Swedia, yang benar-benar memberikan kontribusi yang luar biasa dalam hal dukungan untuk Ukraina," katanya, melansir Anadolu (22/5).
Lebih lanjut Rutte mengatakan Kanada, Jerman, Belanda, Denmark, dan Norwegia termasuk di antara negara-negara yang memberikan kontribusi besar, tetapi menekankan "banyak yang masih belum memberikan kontribusi yang cukup," menyoroti apa yang digambarkannya sebagai ketidakseimbangan yang berkelanjutan dalam pembagian beban di dalam NATO.
Ia mengatakan telah mengusulkan agar sekutu berkomitmen sekitar 0,25 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk dukungan terkait Ukraina, tetapi mengakui proposal tersebut belum mendapat dukungan bulat dari negara-negara anggota.
"Namun setidaknya hal itu telah memulai perdebatan di antara sekutu," katanya, menambahkan diskusi tersebut kini "sedang berlangsung intensif di NATO."
Rutte berpendapat, jika sekutu setuju bahwa Ukraina harus tetap kuat dan bergerak menuju perdamaian berkelanjutan, maka dukungan harus didistribusikan secara lebih merata di seluruh aliansi.
Ia juga menegaskan kembali sikap pencegahan NATO, dengan mengatakan bahwa komitmen aliansi untuk membela setiap negara anggota tetap "mutlak," sambil memperingatkan akan adanya "respons yang menghancurkan" terhadap setiap serangan di wilayah NATO.
BACA JUGA:
Rutte menambahkan, peningkatan pengeluaran pertahanan oleh sekutu Eropa dan Kanada membantu mengurangi ketergantungan yang berlebihan pada satu sekutu, khususnya AS, dan menggambarkan pergeseran tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kemampuan pertahanan Eropa.
"Hal ini diperlukan karena pada akhirnya kita tidak bisa terlalu bergantung dan terus-menerus bergantung pada satu sekutu saja bukanlah hal yang sehat," tandasnya.