JAKARTA — Proyek giant sea wall di Pantai Utara Jawa tak hanya disiapkan sebagai benteng penahan rob. Pemerintah mulai membidik kawasan itu menjadi pusat ekonomi dan investasi baru.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan pemerintah sedang menyempurnakan master plan proyek bersama Badan Pengelola Otorita Pantura Jawa.
Menurut Rosan, pembangunan giant sea wall tidak akan berhenti pada pembangunan tanggul laut semata.
“Tidak hanya dibangun giant sea wall-nya aja tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomiannya,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 12 Mei.
BACA JUGA:
Ia mengatakan pemerintah masih mengkaji titik-titik pengembangan ekonomi yang akan dibangun di sepanjang proyek tersebut.
Rosan menyebut kawasan baru itu tidak hanya akan tumbuh di Jakarta, tetapi juga daerah lain yang masuk jalur giant sea wall.
“Ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru tidak hanya Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun giant sea wall ini,” ujarnya.
Pemerintah saat ini masih menghitung model pengembangan kawasan dan penyempurnaan rencana induk proyek.
Di sisi lain, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengingatkan kawasan Pantura dipenuhi aktivitas ekonomi masyarakat kecil, mulai nelayan, petambak hingga petani.
Karena itu, pemerintah menyebut proyek giant sea wall harus dibangun bersamaan dengan mitigasi sosial ekonomi masyarakat pesisir.