Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sejumlah program prioritas nasional di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.

Mulai dari pengembangan dan perlindungan Pantai Utara Jawa hingga pengembangan jaringan kereta api nasional.

Hal itu disampaikan AHY dalam pernyataan pers usai bertemu Prabowo bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

"Kami baru saja menghadap Bapak Presiden di Istana Merdeka untuk melaporkan sejumlah isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Terutama terkait dengan sejumlah program kerja prioritas nasional. Di antaranya kami tadi melaporkan konsep pengembangan sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa," ujarnya dilansir ANTARA, Selasa, 11 Mei.

Pria yang akrab disapa AHY itu menyampaikan pihaknya melaporkan mengenai konsep pengembangan sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa yang saat ini menghadapi tantangan berupa penurunan muka tanah dan banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut.

Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat di kawasan Pantura sekaligus menjaga aktivitas ekonomi, termasuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang berada di wilayah tersebut.

Selain itu, pihaknya juga melaporkan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dia menyebut pembangunan kembali dan revitalisasi infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sanitasi, perumahan, irigasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga rumah ibadah secara umum menunjukkan progres yang baik.

"Termasuk juga perumahan, irigasi, dan berbagai fasilitas umum, termasuk untuk kesehatan, pendidikan, dan rumah-rumah ibadah, secara umum bisa diikuti progres yang baik, walaupun ada sejumlah isu yang juga masih menjadi tantangan di lapangan," ucapnya.

AHY juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo terkait pengembangan jaringan kereta api nasional, terutama untuk jalur Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan sebagian Sulawesi guna mendukung pemerataan pembangunan serta angkutan masyarakat dan logistik.

Dalam pertemuan itu, turut dibahas langkah penanganan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, termasuk rencana pembangunan fasilitas keselamatan di sekitar 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan sebagian Sumatra.

Pihaknya juga akan melakukan penutupan titik-titik rawan serta memperbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem perkeretaapian guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.

"Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya," kata AHY.

Selain itu, AHY juga melaporkan perkembangan pembangunan infrastruktur jalan daerah untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi infrastruktur daerah dalam satu hingga dua tahun ke depan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Dalam kesempatan tersebut, kata AHY, Presiden prabowo juga menyampaikan semangat Gerakan Indonesia ASRI yang bertujuan menuntaskan persoalan sampah serta menata kawasan kumuh agar menjadi lebih sehat dan mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional.

"Diharapkan ini semua juga bisa meningkatkan potensi pariwisata, karena memang bisa dikatakan memajukan sektor pariwisata di Indonesia sebagai 'low hanging fruits', sesuatu yang lebih cepat bisa kita, bukan mudah, tapi lebih cepat bisa menghasilkan nilai ekonomi jika didukung dengan Indonesia yang asri dan juga konektivitas menuju ke destinasi pariwisata tersebut bisa lebih baik dan terbuka untuk masyarakat, termasuk juga wisatawan mancanegara," pungkasnya.