Bagikan:

JAKARTA - Seorang prajurit Israel Defense Forces (IDF) yang terlihat dalam sebuah foto memasukkan rokok ke mulut patung Bunda Maria, di sebuah desa Kristen di Lebanon selatan, telah dijatuhi hukuman 21 hari penjara.

IDF mengatakan insiden di Desa Debel diselidiki oleh komandan Divisi ke-162, Brigjen Sagiv Dahan — perwira yang bertanggung jawab atas wilayah terkait di Lebanon selatan pada saat itu — dan diputuskan untuk menghukum tentara tersebut dengan hukuman tiga minggu penjara militer.

Tentara yang mengambil foto tersebut dijatuhi hukuman dua minggu, kata IDF.

Militer mengatakan, mereka memandang insiden tersebut "dengan serius, dan menghormati kebebasan beragama dan beribadah, serta tempat-tempat suci dan simbol-simbol keagamaan dari semua agama dan komunitas."

"Prosedur terkait perilaku terhadap lembaga keagamaan dan simbol-simbol keagamaan secara rutin dijelaskan kepada pasukan sebelum memasuki area terkait," tambah militer, melansir The Times of Israel (12/5).

Diberitakan sebelumnya, seorang tentara Israel terlihat meletakkan rokok ke dalam mulut patung Bunda Maria di sebuah desa Kristen di Lebanon selatan, dalam foto yang dibagikan secara online pekan lalu.

Setelah mengidentifikasi tentara tersebut, IDF mengatakan akan menjatuhkan sanksi disiplin.

Insiden ini menambah daftar kejadian lain di mana rekaman video tentara Israel - seringkali oleh pasukan itu sendiri - merusak atau menjarah properti.

Sebelumnya, tentara Israel juga berulah di Debel dalam dua kesempatan terpisah. Pertama, seorang tentara Israel menghancurkan patung Yesus bulan lalu. Kedua, seorang tentara terlihat dalam rekaman video yang menunjukkan ekskavator militer merusak panel surya.

Dua tentara yang terlibat dalam perusakan patung tersebut telah ditarik dari tugas tempur dan dihukum, sementara insiden dengan panel surya masih dalam penyelidikan.

Debel, seperti beberapa komunitas Kristen lainnya di Lebanon selatan, belum diperintahkan oleh Israel untuk mengungsi di tengah pertempuran melawan Hizbullah.

Meskipun Israel berulang kali menegaskan mereka menghargai hubungan dengan dunia Kristen, beberapa bulan terakhir ini diwarnai oleh serangkaian skandal memalukan dan serangan terhadap umat Kristen yang telah memperburuk hubungan Israel dengan komunitas Kristen, serta menyoroti ketidakjelasan kebijakan yang ada.