Bagikan:

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan tanggapan yang disampaikan untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat masuk akal dan murah hati, menyusul kritik yang disampaikan Presiden Donald Trump.

Iran pada akhir pekan lalu dilaporkan mengirimkan tanggapan atas proposal AS untuk mengakhiri perang melalui perantara Pakistan. Kemudian, Presiden Trump pada Hari Minggu tanggapan itu tidak dapat diterima.

"Semua yang kami usulkan dalam teks kami terdiri dari tuntutan yang masuk akal, permintaan yang bertanggung jawab, dan usulan yang murah hati, tidak hanya untuk kepentingan nasional Iran, tetapi juga untuk kebaikan, stabilitas dan keamanan seluruh kawasan dan dunia," kata Baghaei dalam konferensi pers yang disiarkan oleh televisi Iran, dilansir dari CNN (11/5).

Tuntutan Tehran termasuk mengakhiri perang di kawasan itu, mengakhiri apa yang disebut Baghaei sebagai "pembajakan maritim terhadap kapal-kapal Iran," dan pembebasan aset Iran yang telah "dibekukan di bank-bank asing karena tekanan AS," kata pejabat Iran itu.

Media Pemerintah Iran melaporkan, tuntutan dalam usulan balasan Iran juga termasuk pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz yang diblokade dan kompensasi atas kerusakan perang.

"Mengenai kelanjutan proses ini, kami telah menunjukkan bahwa terlepas dari semua gangguan, kami fokus pada kepentingan nasional Iran. Kami akan bertindak dengan cara apa pun yang diperlukan untuk mengamankan kepentingan kami," kata Baghaei, berbicara tentang penentangan Trump terhadap rencana Iran.

Diberitakan sebelumnya, Iran telah mengirimkan tanggapannya terhadap usulan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut melalui Pakistan, lapor media pemerintah pada Hari Minggu.

"Republik Islam Iran hari ini mengirimkan tanggapannya melalui mediator Pakistan terhadap teks terbaru yang diusulkan oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri perang," lapor kantor berita resmi IRNA, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, melansir Al Arabiya.

Menurut usulan Iran, fase negosiasi saat ini akan fokus secara eksklusif pada penghentian permusuhan di kawasan tersebut, kata sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada IRNA.

Sementara itu, sumber-sumber di kedua kubu mengatakan kepada Reuters, upaya perdamaian terbaru ini bertujuan untuk mencapai nota kesepahaman sementara untuk menghentikan perang dan memungkinkan lalu lintas melalui Selat Hormuz, sementara mereka membahas kesepakatan yang lebih lengkap, yang harus membahas perselisihan yang sulit diatasi seperti program nuklir Iran.

Media pemerintah Iran melaporkan teks yang diusulkan Tehran sebagai tanggapan terhadap Washington berfokus pada pengakhiran perang di semua lini, terutama Lebanon.

Belakangan, Presiden Donald Trump mengatakan tanggapan Iran terhadap usulan perdamaian Amerika Serikat untuk menghentikan konflik "sama sekali tidak dapat diterima".

"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya," tulisnya, melansir The National.

Beberapa jam sebelumnya, Presiden Trump, dalam unggahan panjang di media sosial pada Hari Minggu, mengatakan Iran telah "bermain-main" dengan AS dan "seluruh dunia".

Beberapa hari setelah AS mengajukan proposal kepada Iran dengan harapan mengakhiri konflik saat ini, Trump menulis di platform Truth Social miliknya: "Selama 47 tahun, Iran telah 'mempermainkan' kita, membuat kita menunggu, membunuh rakyat kita dengan bom pinggir jalan mereka, menghancurkan demonstrasi, dan baru-baru ini memusnahkan 42.000 demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah dan menertawakan negara kita yang kini kembali hebat."

"Mereka tidak akan tertawa lagi," tandasnya.