Bagikan:

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin telah menawarkan berbagai opsi untuk menengahi konflik Iran dan usulan-usulan ini masih terus dibahas, kata Kremlin pada Hari Selasa.

"Sejak awal situasi ini, bahkan sebelum fase militer dimulai, Presiden Putin telah mengusulkan berbagai opsi untuk mediasi dan upaya baik kami yang dapat membantu mengurangi ketegangan. Banyak dari usulan ini masih dalam pembahasan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, melansir Anadolu (10/3).

"Rusia siap membantu semaksimal mungkin dan akan dengan senang hati melakukannya, tetapi Anda tahu bahwa ini membutuhkan banyak pemahaman dan banyak kesepakatan, jadi kita harus sedikit bersabar," tandasnya.

Peskov berbicara sehari setelah Presiden Putin berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump dan, menurut Kremlin, menyampaikan usulan yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Iran dengan cepat.

Peskov menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang isi usulan tersebut.

Presiden Trump sendiri, mengatakan kepada wartawan pada Hari Senin, Presiden Putin "ingin membantu" dalam konflik Iran, tetapi ia mengatakan kepada pemimpin Kremlin, "Anda bisa lebih membantu dengan mengakhiri perang Ukraina-Rusia."

Rusia, yang memiliki perjanjian kemitraan strategis dengan Iran, telah mengutuk perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Republik Islam pada 28 Februari.

Namun, sebagai pengekspor energi utama, Rusia telah diuntungkan dari peningkatan harga minyak yang dihasilkan.

Utusan Trump, Steve Witkoff, mengatakan pada akhir pekan, Ia telah meminta Rusia untuk tidak memberikan intelijen kepada Iran, setelah Washington Post mengatakan Moskow memberikan data penargetan kepada Teheran untuk membantunya menyerang pasukan AS di Timur Tengah.

Peskov mengatakan Rusia tidak berkomentar tentang laporan tersebut dan menolak untuk mengatakan apakah masalah itu muncul selama percakapan Presiden Putin-Presiden Trump.

Ketika ditanya tentang pernyataan Witkoff, dia berkata: "Saya hanya dapat mengatakan bahwa Steve Witkoff memang terus-menerus berhubungan dengan para pihak Rusia yang menjadi lawan bicaranya, dan saluran komunikasi ini memungkinkan mereka untuk menyampaikan sinyal satu sama lain mengenai isu-isu yang paling sensitif."