JAKARTA - Rusia bertindak sebagai penengah dalam konflik antara Israel dengan Iran, kata Kremlin pada Hari Senin, menambahkan usulan untuk menerima uranium Teheran masih berlaku.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Rusia siap untuk menjadi penengah jika diperlukan. Tetapi, ia mencatat akar penyebab konflik perlu ditangani dan dihilangkan, mengatakan serangan militer meningkatkan seluruh krisis ke tingkat yang lebih serius.
"Rusia tetap siap melakukan segala hal yang diperlukan untuk menghilangkan akar penyebab krisis ini," kata Peskov, melansir Reuters 16 Juni.
"Tetapi situasinya meningkat lebih dari serius, dan, tentu saja, ini tidak memengaruhi situasi menjadi lebih baik," tandasnya.
Israel melancarkan serangan udara dalam operasi "Raising Lion" yang menyasar fasilitas nuklir dan militer Iran pada Hari Jumat dinihari. Serangan itu dibalas oleh Iran yang melancarkan balasan terhadap sejumlah sasaran di Israel.
Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi serangan tersebut, mengatakan Iran memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk membuat beberapa bom dan beberapa hari, sehingga perlu bertindak melawan "ancaman yang akan segara terjadi", seperti dikutip The Times of Israel.
Teheran sendiri mengatakan berhak atas tenaga nuklir yang damai, tetapi program pengayaan uraniumnya yang berkembang pesat telah menimbulkan kekhawatiran di Barat dan di seluruh Teluk, negara itu ingin mengembangkan senjata nuklir.
Sebelum Israel melancarkan serangan terhadap Iran, Rusia minggu lalu mengatakan siap menampung uranium yang diperkaya dari Iran untuk diubah menjadi bahan bakar reaktor sipil sebagai cara yang potensial untuk meredakan krisis.
"Usulan ini masih dipertimbangkan, masih relevan. Namun, tentu saja, dengan pecahnya permusuhan, situasinya menjadi sangat rumit," kata Peskov.
BACA JUGA:
Terpisah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimismenya pada Hari Minggu, perdamaian (Israel-Iran) akan segera datang dan mengutip kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin dapat membantu.