JAKARTA - Juru Bicara Kremlin pada Hari Senin mengatakan, Rusia siap melakukan apa pun untuk membantu menyelesaikan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran seputar program nuklir Teheran, saat Washington menuntut Teheran melakukan kesepakatan nuklir dengannya atau dibom.
Moskow telah berulang kali menawarkan diri untuk menjadi penengah antara kedua belah pihak, setelah peringatan tentang aksi militer terhadap Iran oleh Presiden AS Donald Trump telah mengguncang seluruh wilayah.
"Kami terus berkonsultasi dengan mitra Iran kami, termasuk mengenai topik kesepakatan nuklir," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, dilansir dari Reuters 8 April.
"Proses ini akan terus berlanjut, termasuk dalam waktu dekat. Dan, tentu saja, Rusia siap melakukan segala upaya, untuk melakukan segala yang mungkin untuk berkontribusi pada penyelesaian masalah ini melalui cara politik dan diplomatik," urai Peskov.
Presiden Trump menarik Negeri Paman Sam dari kesepakatan tahun 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia yang memberlakukan batasan ketat pada aktivitas nuklir Teheran yang disengketakan dengan imbalan keringanan sanksi pada masa jabatan pertamanya.
Iran sendiri mengatakan, mereka membutuhkan energi nuklir untuk tujuan damai, membantah tuduhan berusaha memperoleh senjata nuklir.
Teheran telah menolak tuntutan Presiden Trump untuk perundingan langsung, dengan seorang pejabat senior Iran mengeluarkan peringatan selama akhir pekan kepada negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pangkalan AS bahwa mereka dapat menjadi sasaran tembak.
Pekan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, komentar Presiden Trump tentang pengeboman Iran hanya akan "memperumit situasi" dan memperingatkan bahwa serangan dapat menjadi "bencana" bagi wilayah yang lebih luas.
BACA JUGA:
Rusia sebagian besar menahan diri dari kritik tajam seperti itu terhadap Presiden Trump.
Presiden Vladimir Putin sendiri telah bergerak cepat sejak Presiden Trump menjabat untuk memperbaiki hubungan dengan AS dalam pemulihan hubungan yang dipandang dengan keprihatinan oleh Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa.
Di sisi lain, Moskow sebelumnya juga telah memperdalam hubungan dengan Teheran sejak dimulainya konflik skala penuh di Ukraina, dengan keduanya menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada Bulan Januari lalu