JAKARTA - Paus Leo XIV mengatakan mengantongi foto seorang anak laki-laki Muslim yang tewas akibat serangan Israel di Lebanon.
Hal itu disampaikan Leo di hadapan para wartawan yang ikut dalam penerbangan pulang ke Roma setelah kunjungan dari Afrika pada Kamis malam 23 April.
Paus awalnya mengatakan bahwa perang AS-Israel di Iran telah menyebabkan seluruh populasi orang tak berdosa menderita.
“Apa yang telah kita lihat adalah bahwa banyak orang tak bersalah telah tewas. Saya baru saja melihat surat dari keluarga-keluarga anak-anak yang tewas pada hari pertama serangan. Ada juga seluruh populasi di Iran yang terdiri dari orang-orang tak bersalah yang menderita karena perang ini. Bahkan tidak jelas rezim apa yang ada saat ini setelah hari-hari pertama serangan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran...," kata Paus dikutip dari Vatican News via The Telegraph, Minggu 24 April.
Paus pertama kelahiran AS kemudian menceritakan dalam kunjunganya terdahulu di Lebanon disambut anak laki-laki Muslim dan terdokumentasi baik dalam foto.
Namun, nasib malang dialami bocah itu. Ia tewas setelah Israel memperluas operasi militernya ke Lebanon pada awal Maret 2026.
Sejak saat itu, Paus mengantongi foto bersama bocah nahas tersebut dalam sakunya.
“Saya membawa foto seorang anak Muslim, yang, selama kunjungan saya ke Lebanon, berdiri di sana memegang papan bertuliskan: ‘Selamat Datang, Paus Leo’. Dalam fase terbaru perang ini, ia tewas. Ada banyak situasi kemanusiaan seperti ini, dan saya percaya kita harus memiliki kemampuan untuk berpikir seperti ini," kata Leo.
“Dan sebagai Gereja, saya katakan lagi: Sebagai seorang gembala, saya tidak dapat mendukung perang. Saya ingin mendorong semua orang untuk berupaya mencari jawaban yang berasal dari budaya perdamaian, bukan kebencian atau perpecahan,” sambung pemimpin umat Katolik sedunia tersebut.