JAKARTA - Iran mengutuk pernyataan Presiden Amerika Serikat terhadap Paus Leo XIV, memuji sikap Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia itu dalam perang yang dipicu serangan AS dan Israel.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memuji sikap Paus Leo XIV terhadap perang AS-Israel, menggambarkan penentangannya terhadap konflik tersebut sebagai sesuatu yang "menginspirasi jutaan orang" di tengah meningkatnya ketegangan regional.
"Menghormati sikap Paus Leo yang tak kenal takut! 'Saya tidak takut' bergema saat beliau mengutuk kejahatan perang Israel dan AS. Slogan ini menerangi jalan bagi semua orang yang menolak untuk berdiam diri atas pembunuhan orang-orang tak berdosa," cuit Qalibaf dalam unggahan di media sosial X, melansir Anadolu (14/4).
Ia menambahkan, Kepemimpinan Paus Leo XIV "menginspirasi jutaan orang" dan berterima kasih kepadanya "atas cahaya ini."
Pernyataan Qalibaf muncul setelah serangkaian pernyataan oleh pejabat Iran yang membela Paus Leo XIV menyusul kritik dari Presiden AS Donald Trump.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk apa yang digambarkannya sebagai penghinaan yang ditujukan kepada Paus Leo XIV, mengatakan penghinaan terhadap Yesus dan Paus tidak dapat diterima.
Dalam unggahan di X Presiden Pezeshkian mengatakan, Ia berbicara "atas nama bangsa Iran yang agung," menambahkan penodaan terhadap "Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan," tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengkritik pernyataan Trump terhadap Paus Leo XIV.
"Di era ketika gemuruh bom dan hiruk pikuk para panglima perang dan agresor sangat membebani hati nurani dunia, kata-kata Paus Leo XIV menggemakan seruan mendalam Injil: ‘Berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian," kata juru bicara kementerian Esmail Baghaei dalam unggahan di X.
Ia menambahkan, menghina Paus "tidak hanya tidak Kristen," tetapi juga "serangan terang-terangan terhadap advokasi yang bertanggung jawab untuk perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan."
Reaksi Iran datang setelah serangan Presiden Trump terhadap Paus Leo, di mana Ia menggambarkan Paus Leo "lemah dalam menangani kejahatan" dan "buruk untuk kebijakan luar negeri," sambil juga mempertanyakan keadaan pemilihannya.
BACA JUGA:
Presiden Trump juga mengkritik sikap Paus Leo XIV terhadap isu-isu internasional, termasuk perang yang melibatkan Iran, menilai kepemimpinannya di Gereja Katolik bermotivasi politik.
Presiden AS itu juga membagikan foto yang dihasilkan AI di Truth Social yang menggambarkan dirinya sebagai Yesus.
Sebagai tanggapan, Paus Leo XIV mengatakan tidak takut pada Pemerintahan Trump dan akan terus berbicara menentang perang, menekankan posisinya berakar pada prinsip-prinsip agama, bukan politik.