Bagikan:

JAKARTA - Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan pimpinan Gereja Katolik makin terbuka. Sejumlah kardinal senior di Amerika Serikat secara terbuka mengkritik perang Iran dan kebijakan imigrasi Washington.

Laporan Anadolu Agency yang mengutip CBS News, Senin, 13 April, menyebut tiga kardinal—Blase Cupich, Robert McElroy, dan Joseph Tobin—memberikan wawancara bersama yang jarang terjadi. Mereka menyoroti dampak perang dan kebijakan pemerintah terhadap isu kemanusiaan.

Sikap itu muncul setelah pernyataan Pope Leo XIV yang semakin vokal menyerukan perdamaian. Ia meminta para pemimpin dunia menahan diri dan menolak perang.

“Mari kita dengarkan suara anak-anak,” kata paus. Ia juga menyebut ancaman terkait Iran sebagai “tidak dapat diterima” dan meminta pemimpin politik bekerja untuk perdamaian.

Dalam wawancara tersebut, para kardinal menyampaikan hal yang sama. McElroy menilai konflik ini “bukan perang yang adil” dalam ajaran Katolik. Ia menegaskan tindakan militer seharusnya bertujuan memulihkan keadilan dan perdamaian.

Cupich mengkritik cara perang dipersepsikan. “Kita menghilangkan sisi kemanusiaan korban,” ujarnya. Sementara Tobin mengatakan banyak umat merasa cemas melihat ancaman terhadap perdamaian.

Laporan yang sama juga mencatat Paus Leo mendorong masyarakat untuk aktif menyuarakan perdamaian, termasuk dengan menghubungi pemimpin politik dan anggota parlemen.

Isu lain yang ikut disorot adalah kebijakan imigrasi AS. Tobin menilai praktik penegakan hukum perlu dikritisi. McElroy menyebut sebagian komunitas hidup “dalam ketakutan”.

Ia mencatat kehadiran misa berbahasa Spanyol di beberapa wilayah turun sekitar 30 persen, yang dikaitkan dengan kekhawatiran di kalangan imigran.

Kritik juga datang dari Paul Coakley, pimpinan Konferensi Waligereja Katolik AS. Ia menyayangkan pernyataan Trump terhadap paus dan menegaskan paus bukan tokoh politik.

Cupich juga mempertanyakan kebijakan deportasi massal tanpa pandang bulu yang dinilai berdampak pada komunitas imigran.

Dalam laporannya, Anadolu menyebut gaya kepemimpinan Paus Leo, yang menekankan perdamaian dan isu kemanusiaan, memengaruhi cara gereja merespons situasi ini.

Di sisi lain, Trump merespons keras. Ia mengkritik paus setelah wawancara para kardinal itu. Ia juga sempat membagikan gambar hasil AI di platform Truth Social yang menampilkan dirinya sebagai Yesus.

Situasi ini terjadi di tengah konflik yang belum mereda. Perundingan Iran dan AS di Islamabad selama 21 jam berakhir tanpa kesepakatan.

Sejak akhir Februari, lebih dari 3.300 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara AS-Israel di Iran. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah wilayah sebelum gencatan senjata sementara selama dua pekan diumumkan.