JAKARTA - China pada Hari Senin menyerukan navigasi bebas hambatan di Selat Hormuz, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memblokade jalur air strategis tersebut.
Ancaman Presiden Trump datang setelah perundingan AS dengan Iran di Islamabad, Pakistan pada akhir pekan mengalami kebuntuan dan gagal menghasilkan kesepakatan.
"Selat Hormuz adalah jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi, dan menjaga keamanan, stabilitas, dan kelancaran arusnya adalah kepentingan bersama komunitas internasional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun dalam konferensi pers, melansir Al Arabiya dari AFP (13/).
Ketegangan pecah di Timur Tengah pada 28 Februari, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior dan petinggi militer.
Negeri Para Mullah membalas dengan menyasar wilayah Israel serta fasilitas terkait Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Israel juga membatasi dengan ketat Selat Hormuz yang dilalui seperlima atau sekitar 20 persen lalu lintas minyak dan LNG dunia setiap harinya.
China juga berharap Amerika Serikat dan Iran tidak akan menyulut kembali perang di Timur Tengah, setelah pembicaraan antara Teheran dan Washington di Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan.
"China berharap pihak-pihak terkait akan mematuhi perjanjian gencatan senjata sementara, terus menyelesaikan perselisihan melalui cara politik dan diplomatik, menghindari penyalaan kembali perang, dan menciptakan kondisi untuk kembalinya perdamaian dan ketenangan di kawasan Teluk secepatnya," kata Jiakun.
Diketahui, perundingan Iran dan Amerika Serikat yang digelar di Islamabad, Pakistan pada Hari Sabtu mengalami kebuntuan lantaran perbedaan kedua belah pihak.
BACA JUGA:
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan antara lain didampingi oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Sedangkan delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance dan antara lain didampingi Utusan Khusus Steve Witkoff.
Perundingan digelar menyusul kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan kedua belah pihak pada pekan lalu, membawa angin segar bagi kawasan Timur Tengah yang dilanda konflik.