Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Hari Minggu, Ia sedang berupaya untuk menghentikan perang Israel-Hizbullah, usai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada pasukannya di Lebanon selatan, pertempuran di sana masih jauh dari selesai.

"Kami akan terus berupaya untuk menghentikan perang ini, untuk memastikan penarikan Israel dari seluruh wilayah kami," kata PM Salam dalam pidatonya menjelang peringatan pecahnya perang saudara Lebanon tahun 1975-1990, melansir Al Arabiya dari AFP (13/4).

"Kami terus melanjutkan upaya kami untuk bernegosiasi guna menghentikan perang," tambahnya, menjelang pembicaraan Lebanon, Israel dan Amerika Serikat yang direncanakan digelar di Washington D.C, Hari Selasa.

Kementerian Kesehatan mengatakan setidaknya enam orang tewas pada Hari Minggu di selatan, termasuk seorang paramedis Palang Merah, setelah "musuh Israel secara langsung menargetkan tim ambulans Palang Merah Lebanon."

Sedangkan pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL mengatakan sebuah tank Israel menabrak kendaraan mereka dalam dua kesempatan, "dalam satu kasus menyebabkan kerusakan yang signifikan."

Israel sendiri sebelumnya mengatakan, gencatan senjata sementara yang rapuh dalam perang Timur Tengah yang lebih luas tidak berlaku untuk pertempurannya dengan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, dan terus melanjutkan serangannya terhadap negara itu sementara para militan melawan balik.

Lebanon terseret ke dalam konflik Timur Tengah ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel setelah serangan AS-Israel menewaskan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Israel telah merespons dengan serangan besar-besaran dan invasi darat.

Kantor Berita Nasional (NNA) milik pemerintah Lebanon melaporkan serangan Israel di lebih dari 30 lokasi di selatan pada Hari Minggu, dengan serangan tambahan di daerah Bekaa Barat yang berdekatan.

Kementerian Kesehatan menaikkan jumlah korban tewas akibat perang menjadi 2.055 orang, termasuk 165 anak-anak dan setidaknya 87 petugas kesehatan, sejak 2 Maret.

Kementerian juga mengatakan serangan Israel di Qana menewaskan lima orang, termasuk tiga wanita, dan melukai 25 lainnya.

Kementerian Kesehatan berjanji untuk "menindaklanjuti tindakan hukum internasional untuk memastikan pertanggungjawaban atas kejahatan ini" terhadap petugas darurat, setelah paramedis Palang Merah tewas dalam serangan terpisah, sehari setelah tiga petugas penyelamat lainnya tewas dalam serangan Israel.

Militer Israel berulang kali menuduh Hizbullah menggunakan ambulans untuk tujuan militer.

Pada Hari Minggu, tentara Israel juga menuduh Hizbullah menggunakan kompleks rumah sakit di Bint Jbeil, Lebanon selatan, “untuk tujuan militer.”

Sementara itu, Hizbullah mengatakan telah melancarkan serangan terhadap target Israel di seberang perbatasan dan di dalam Lebanon, termasuk terhadap pasukan di Bint Jbeil, tempat NNAmelaporkan pertempuran sengit.