Bagikan:

JAKARTA - Pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali mengalami intimidasi dari di Lebanon selatan.

UNIFIl mengatakan tank Israel menabrak kendaraan pasukan penjaga perdamaian PBB itu pada Hari Minggu di Lebanon selatan, di mana Israel dan milisi Hizbullah terlibat saling serang.

"Pada dua kesempatan hari ini, tentara Israel Defense Forces (IDF) menabrak kendaraan UNIFIL dengan tank Merkava, dalam satu kasus menyebabkan kerusakan yang signifikan," kata pernyataan itu, menambahkan tentara Israel telah memblokir jalan di Bayada, Lebanon selatan, "yang digunakan untuk mengakses posisi UNIFIL," melansir Al Arabiya dari AFP (13/4).

"Selama seminggu terakhir, tentara Israel telah melepaskan ‘tembakan peringatan’ di daerah tersebut, mengenai dan merusak kendaraan UNIFIL yang dapat diidentifikasi dengan jelas. Dalam satu kasus, ‘tembakan peringatan’ mendarat satu meter dari seorang penjaga perdamaian yang telah turun dari kendaraannya," lanjut pernyataan itu.

"Tentara Israel terus-menerus memblokir pergerakan pasukan penjaga perdamaian di jalan ini dalam beberapa hari terakhir, selain penolakan kebebasan bergerak yang tercatat di daerah lain," tandas UNIFIL.

Diketahui, UNIFIL berpatroli di Lebanon selatan dekat perbatasan Israel tempat Israel dan Hizbullah bertempur sejak bulan lalu setelah kelompok militan yang didukung Iran itu menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah dengan serangan roket ke Israel untuk mendukung pendukungnya, Iran.

Tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia tewas di Lebanon selatan bulan lalu, dengan penyelidikan awal PBB menemukan satu tewas akibat tembakan tank Israel, sementara dua lainnya tewas akibat alat peledak improvisasi yang kemungkinan ditanam oleh Hizbullah.

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL lainnya juga terluka sejak perang meletus.

Bulan ini, "tentara Israel juga telah menghancurkan kamera pengawas keamanan" di markas UNIFIL di Naqura "dan lima posisi lainnya," kata pernyataan itu.

Sebelumnya, tentara Israel pada Hari Sabtu "menyemprot jendela gerbang akses pejalan kaki markas, sehingga menghalangi pandangan ke perimeter luar," tambahnya.

UNIFIL mengatakan tindakan tersebut tidak sesuai dengan "persyaratan untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian" dan kebebasan bergerak mereka.

Pasukan penjaga perdamaian PBB telah bertugas sebagai penyangga antara Lebanon dan Israel selama beberapa dekade, tetapi mandat mereka berakhir pada akhir tahun ini.