Bagikan:

JAKARTA - Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasokan gas alam cair (LNG) kemungkinan akan tetap tegang hingga akhir tahun 2027 karena gangguan dan kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh perang AS-Israel terhadap Iran.

“Gabungan efek dari kehilangan pasokan jangka pendek dan pertumbuhan kapasitas yang lebih lambat dapat mengakibatkan kerugian kumulatif sekitar 120 miliar meter kubik pasokan LNG antara tahun 2026 dan 2030,” kata badan yang berbasis di Paris itu dalam sebuah laporan baru, Jumat 24 April, dikutip dari Al Jazeera.

IEA menekankan ketidakstabilan arus LNG dunia akan tetap terjadi meski pelepasan cadangan energi yang dipengaruhi oleh krisis energi global telah dilakukan sejumlah pihak.

“Meskipun proyek-proyek pencairan baru di wilayah lain diharapkan dapat mengimbangi kerugian ini dari waktu ke waktu, dampaknya akan memperpanjang pasar yang ketat hingga tahun 2026 dan 2027,” sambung IEA.