Bagikan:

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengungkapkan Lebanon dan Israel memperpanjang gencatan senjata di Lebanon selama tiga minggu setelah pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih.

Trump menjamu duta besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter dan duta besar Lebanon untuk AS, Nada Moawad di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis 23 April waktu setempat.

Pertemuan itu merupakan putaran kedua negosiasi gencatan senjata di Lebanon yang ditengahi AS, sehari setelah serangan Israel menewaskan sedikitnya lima orang termasuk seorang jurnalis.

“Pertemuan berjalan sangat baik! Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantunya melindungi diri dari Hizbullah,” tulis Trump di Truth Social, dikutip dari Reuters, Jumat 24 April WIB.

Hizbullah, kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran memerangi agresi Israel, tidak hadir dalam putaran kedua negosiasi tersebut. Hizbullah mengatakan memiliki “hak untuk melawan” pasukan pendudukan.

Trump berharap dapat menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam waktu dekat.

Trump juga berbicara kepada wartawan di Ruang Oval bersama para peserta pertemuan, mengatakan bahwa ia berharap para pemimpin akan bertemu selama gencatan senjata tiga minggu. Ia mengatakan ada “peluang besar” kedua negara akan mencapai kesepakatan damai tahun ini.

Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, dan Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa juga menghadiri pertemuan tersebut.