JAKARTA - Iran pada Hari Senin mengeksekusi dua pria yang dihukum karena memiliki hubungan dengan badan intelijen Israel, kata pihak kehakiman, yang merupakan eksekusi terbaru dalam serangkaian eksekusi sejak pecahnya perang dengan Israel dan Amerika Serikat.
"Hukuman mati Mohammad Masoom-shahi dan Hamed Validi dilaksanakan pada subuh hari ini (Senin)," lapor situs web Mizan Online milik pihak otoritas pengadilan, melansir Al Arabiya dari AFP (20/4).
Disebutkan, kedua pria tersebut adalah "anggota jaringan mata-mata yang terkait dengan Mossad", badan intelijen Israel, tetapi tidak menyebutkan kapan mereka ditangkap.
Mereka dihukum karena pelanggaran berat "moharebeh," yang berarti berperang melawan Tuhan, serta "kolaborasi dengan kelompok-kelompok yang bermusuhan dan rezim Zionis," lapor Mizan.
Iran diketahui telah melakukan banyak eksekusi sejak dimulainya perang dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Ketegangan mereda dengan gencatan senjata selama dua pekan yang berlaku sejak 8 April.
BACA JUGA:
Iran adalah negara kedua di dunia yang paling banyak melakukan eksekusi setelah China, menurut kelompok hak asasi manusia yang berbasis di luar negeri.