Bagikan:

JAKARTA - Pakistan Meningkatkan kontak diplomatik sejak Hari Minggu dengan Amerika Serikat dan Iran untuk memastikan pembicaraan dapat dilanjutkan secepatnya pada Hari Selasa, demikian laporan Associated Press pada Hari Senin, mengutip pejabat yang berbicara dengan syarat anonim.

Gencatan senjata dua pekan antara Washington dan Tehran yang meredakan ketegangan di Timur Tengah yang pecah pada akhir Februari akan berakhir pada Hari Rabu.

Kantor berita tersebut menambahkan, otoritas Pakistan pada Hari Senin sedang mempersiapkan untuk menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan antara Negeri Para Mullah dan Negeri Paman Sam, meskipun ada pertanyaan tentang apakah negosiasi akan berlangsung.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif berbicara melalui telepon pada Minggu malam dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, kata Kantor Perdana Menteri dalam sebuah pernyataan yang tidak menyebutkan pembicaraan yang direncanakan, dilansir dari Al Arabiya (20/4).

Otoritas Pakistan mulai menutup jalan-jalan utama dan meningkatkan keamanan di ibu kota Islamabad selama akhir pekan, khususnya di sekitar hotel mewah tempat delegasi diharapkan bertemu.

Otoritas mengerahkan pasukan di pos pemeriksaan, menutup tempat wisata dan menginstruksikan hotel-hotel besar untuk membatasi pemesanan guna memastikan ketersediaan.

Secara terpisah, AP melaporkan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi pada Hari Senin bertemu dengan Kuasa Usaha AS Natalie Baker di Kedutaan Besar AS di Islamabad.

"Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan hubungan Pakistan-AS dan persiapan untuk putaran kedua pembicaraan yang dijadwalkan akan berlangsung di Islamabad minggu ini," demikian laporan tersebut mengutip pernyataan kantor Naqvi.

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan kapan pembicaraan tersebut diharapkan akan dimulai, catat AP.

Pejabat Pakistan tersebut "memberi pengarahan kepada Baker tentang pengaturan keamanan, mengatakan langkah-langkah khusus telah diambil untuk memastikan keselamatan delegasi yang berkunjung."

"Kami telah membuat pengaturan keamanan yang komprehensif untuk tamu-tamu terhormat kami," kata Naqvi dalam pernyataan tersebut, menurut AP.

AS berharap untuk memulai negosiasi di Pakistan segera sebelum gencatan senjata dua minggu berakhir, dengan persiapan keamanan yang menyeluruh sedang berlangsung di Islamabad, tetapi juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan AS "bersikeras pada beberapa posisi yang tidak masuk akal dan tidak realistis."

Sementara itu, Reuters melaporkan sebuah sumber keamanan Pakistan mengatakan mediator utama Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump, blokade (yang dilakukan AS) merupakan hambatan bagi perundingan, dan Presiden Trump menjawab akan mempertimbangkan saran tersebut.