JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kini berada di bawah tekanan besar. Anggota Kongres, Anna Paulina Luna, secara resmi melayangkan tuntutan kepada Sekretaris Pertahanan Pete Hegseth untuk merilis 46 file video terkait Unidentified Aerial Phenomena atau UAP.
Tuntutan yang diajukan pada Rabu kemarin ini bukan tanpa alasan. Dari total 46 file, 45 di antaranya adalah rekaman militer yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Judul-judul file yang bocor, seperti "UFO dalam formasi di atas Teluk Persia" dan "UAP di sekitar Bandara Columbus", menunjukkan aktivitas aneh di lokasi-lokasi strategis.
Melansir New York Post, Sabtu, 4 April, berbeda dengan rekaman hitam-putih yang buram di masa lalu, dokumen kali ini disebut mencakup citra satelit, sensor termal, hingga foto bawah air yang memperlihatkan kawanan Unidentified Submerged Objects (USO) yang bermanuver di sekitar kapal selam rahasia milik AS.
Salah satu bukti paling mencolok adalah video berjudul "Akselerasi Instan UAP Suriah 2021". Rekaman tersebut menunjukkan objek melingkar kecil yang mampu melakukan akselerasi seketika—sebuah pencapaian sains yang hingga kini tidak diketahui oleh teknologi manusia manapun.
BACA JUGA:
Kongres menegaskan bahwa keberadaan objek-objek ini di dekat instalasi militer sensitif merupakan ancaman nyata terhadap keamanan nasional dan kesiapan tempur pasukan. Untuk mengantisipasi adanya upaya penghapusan atau modifikasi data, sejumlah informan di dalam komunitas intelijen dilaporkan telah mengawasi pergerakan file-file tersebut.
Departemen Pertahanan diberikan tenggat waktu hingga 14 April mendatang untuk menyerahkan seluruh rekaman tersebut kepada Kongres. Jika tuntutan ini terpenuhi, dunia mungkin akan segera menyaksikan bukti visual paling jelas mengenai kehadiran entitas asing di Bumi.