Bagikan:

JAKARTA - Paus Leo melontarkan pernyataan keras soal perang di tengah memanasnya konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Dalam misa Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus, Minggu, ia mengatakan Tuhan tidak mendengarkan doa para pemimpin yang mengobarkan perang dan “tangannya penuh darah”.

The Guardian yang dikutip Minggu, 29 Maret menulis, pernyataan itu tampak mengarah ke pemerintahan Donald Trump. Ucapan Paus muncul saat ribuan tentara AS tiba di Timur Tengah, beberapa hari setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berdoa agar musuh yang dianggap “tak layak mendapat belas kasihan” dihantam dengan kekerasan.

Di hadapan puluhan ribu umat, Paus menyebut konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan AS sebagai sesuatu yang “mengerikan”. Ia menegaskan, Yesus tidak bisa dipakai untuk membenarkan perang. “Dia tidak mendengarkan doa orang-orang yang berperang, tetapi menolaknya,” kata Paus. Ia lalu mengutip ayat Alkitab: “Sekalipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan: tanganmu penuh darah.”

Paus pertama asal Amerika Serikat itu tidak menyebut nama pemerintah atau tokoh tertentu. Namun, pernyataannya muncul setelah doa Hegseth pada Rabu lalu dan di tengah penguatan pasukan darat AS di dekat Iran.

Paus juga menyinggung kisah ketika Yesus menegur murid yang menghunus pedang saat penangkapan dirinya. Menurut Paus, Yesus tidak melawan dan tidak mempersenjatai diri. Sikap itu, kata Paus, menunjukkan wajah Tuhan yang menolak kekerasan.

Seruan damai itu disampaikan saat Pentagon disebut sedang menyiapkan operasi darat selama berminggu-minggu. Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pasukan negaranya menunggu tentara AS untuk “membakar mereka”.

The Guardian juga mencatat, agama dipakai oleh berbagai pihak dalam konflik ini untuk membenarkan tindakan masing-masing. Hegseth menjadi sorotan karena secara terbuka membawa keyakinan Kristennya ke dalam pidato dan langkah Pentagon.

Paus kembali menyerukan gencatan senjata dan larangan serangan udara. Ia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa umat Kristen di kawasan konflik mungkin tidak bisa merayakan Paskah. Pada hari yang sama, polisi Israel mencegah Kardinal Pierbattista Pizzaballa masuk ke Gereja Makam Kudus di Yerusalem untuk memimpin misa. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut insiden itu sebagai penghinaan terhadap kebebasan beragama.

Setelah terpilih tahun lalu, Paus Leo sempat menerima undangan Trump untuk berkunjung ke AS. Namun hingga kini belum ada rencana kunjungan yang diumumkan.