Bagikan:

JAKARTA - Paus Leo menggambarkan saat ini dunia sedang dihancurkan oleh segelintir penguasa absolut yang sering bertindak brutal atau sewenang-wenang alias tiran.

Ia mengecam para pemimpin yang menghabiskan miliaran dolar untuk perang.

“[Dunia] sedang dihancurkan oleh segelintir tiran,” kata Paus Leo dalam kunjungannya di Kamerun, Kamis 16 April, dikutip dari Reuters.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia ini mengatakannya setelah diserang lagi di media sosial oleh Presiden AS Donald Trump.

Leo, paus asal AS pertama, juga mengecam para pemimpin maupun penguasa yang menggunakan bahasa agama untuk membenarkan perang dan mendesak "perubahan arah yang menentukan".

“Para penguasa perang berpura-pura tidak tahu bahwa hanya butuh sesaat untuk menghancurkan, namun seringkali seumur hidup pun tidak cukup untuk membangun kembali,” kata Paus.

“Mereka menutup mata terhadap fakta bahwa miliaran dolar dihabiskan untuk pembunuhan dan kehancuran, namun sumber daya yang dibutuhkan untuk penyembuhan, pendidikan, dan pemulihan tidak ditemukan di mana pun,” sambungnya.

Paus Leo menjadi kritikus vokal terhadap perang yang sedang berlangsung di Iran, serta perang di Ukraina dan Gaza. Awal pekan ini, Paus Leo diserang Donald Trump atas pendiriannya itu.

Trump dalam media sosialnya mengatakan Paus Leo "“LEMAH dalam hal kejahatan, dan buruk untuk Kebijakan Luar Negeri”.

Trump juga mengunggah gambar dirinya seolah menjadi Paus hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI).

Kemudian Leo pada Kamis 16 April di Kamerun dikutip dari Telegraph juga mengatakan: “Celakalah mereka yang memanipulasi agama dan nama Tuhan itu sendiri untuk keuntungan militer, ekonomi, dan politik mereka sendiri, menyeret apa yang suci ke dalam kegelapan dan kekotoran. Ini adalah dunia yang terbalik, eksploitasi ciptaan Tuhan yang harus dikecam dan ditolak oleh setiap hati nurani yang jujur.”