JAKARTA - Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Leo XIV mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencari jalan keluar diplomatik dari konflik Iran yang semakin meluas, seiring meningkatnya korban jiwa di seluruh wilayah tersebut.
"Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan Ia ingin mengakhiri perang. Mudah-mudahan Ia mencari jalan keluar. Mudah-mudahan ia mencari cara untuk mengurangi kekerasan," kata Paus kepada wartawan di luar kediamannya di Castel Gandolfo dekat Roma, Italia, melansir Anadolu (1/4).
Komentar tersebut menandai intervensi langsung yang tidak biasa dari Paus Leo, yang telah meningkatkan kritik terhadap konflik yang meletus setelah serangan udara gabungan AS-Israel terhadap Iran.
Paus Leo juga menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya korban sipil dan menyerukan penghentian segera eskalasi sebelum Paskah pada 5 April.
"Ada begitu banyak kematian, termasuk anak-anak yang tidak bersalah," kata Paus Leo.
"Mari kita terus menyerukan perdamaian. Terlalu banyak orang yang mempromosikan perkelahian, kekerasan (dan) perang," tandasnya.
Sebelumnya, Paus Leo pada Hari Minggu mengatakan, Tuhan menolak doa para pemimpin yang melancarkan perang dan memiliki "tangan yang penuh darah."
BACA JUGA:
Diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, memicu ketegangan di Timur Tengah.
Sebagai respons, Negeri Para Mullah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan, termasuk pengendalian ketat Selat Hormuz yang vital lantaran dilalui 20 persen minyak mentah dan gas alam cair dunia.