JAKARTA - Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia siap memasok energi ke Eropa jika negara-negara di blok tersebut menunjukkan minat, sambil mencatat Moskow meningkatkan pengiriman minyak dan gas ke negara-negara yang disebutnya sebagai "mitra yang dapat diandalkan" di beberapa wilayah.
Berbicara dalam acara tentang isu-isu energi, Presiden Putin mengatakan Rusia akan terus memasok minyak dan gas ke negara-negara yang mempertahankan hubungan ekonomi yang dapat diandalkan dengan Moskow.
"Rusia akan terus memasok minyak dan gas ke negara-negara yang merupakan mitra yang dapat diandalkan," kata Presiden Putin, melansir Anadolu (10/3).
Lebih lanjut Pemimpin Kremlin mengindikasikan, Rusia tetap terbuka untuk bekerja sama dengan negara-negara Eropa dalam pasokan energi, tetapi menekankan kerja sama akan bergantung pada sinyal dari ibu kota Eropa tentang kesiapan mereka untuk bekerja tanpa pertimbangan politik.
"Jika perusahaan-perusahaan Eropa dan pembeli Eropa tiba-tiba memutuskan untuk mengubah orientasi mereka dan memberi kami kerja sama jangka panjang dan berkelanjutan, tanpa pertimbangan politik, maka silakan lakukan. Kami tidak pernah menolak, dan kami siap bekerja sama dengan Eropa juga," jelas Presiden Putin, menambahkan Moskow "membutuhkan beberapa sinyal dari mereka."
Presiden Rusia selanjutnya mengatakan harga minyak global telah naik tajam dalam beberapa pekan terakhir, meningkat lebih dari 30 persen.
BACA JUGA:
Ia memperingatkan, produksi minyak yang terkait dengan transportasi melalui Selat Hormuz dapat menghadapi gangguan serius, berpotensi berhenti dalam bulan depan jika ketidakstabilan terus berlanjut di kawasan tersebut.
Diketahui, Kawasan Timur Tengah memanas seiring dengan serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan sejumlah pejabat senior Tehran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Serangan yang juga menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil dan anak-anak yang sudah memasuki pekan kedua, dibalas Iran dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS yang berada di sejumlah negara Timur Tengah.