Bagikan:

JAKARTA - Lebih dari 1.300 anak dan warga sipil Iran tewas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan ke Negeri Para Mullah, kata Kedutaan Besar Iran di Indonesia Hari Kamis.

Dalam keterangan tertulisnya Kedubes Iran menuliskan, serangan AS dan Israel sejak 28 Februari menyasar pusat medis hingga fasilitas pendidikan, selain menyebabkan warga sipil tewas dan terluka.

"Sejak 28 Februari hingga saat ini, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa telah menjadi syahid," tulis Kedubes Iran seperti dikutip (9/3).

Serangan tersebut juga menghancurkan 9.669 target sipil, termasuk 7.943 rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur energi, kata Kedubes Iran.

"Agresor Amerika dan Zionis juga menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm," tulis Kedubes Iran.

Menegaskan hak yang sah dan legal dalam mempertahankan teritorialnya, sesuai Pasal 51 Piagam PBB, Angkatan Bersenjata Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk menghadapi agresi.

Lebih jauh dikatakan, Mojtaba Hosseini Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang dipilih sebagai penerus sang ayah sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dengan 85 persen suara di Majelis Pakar, memimpin tahap ke-40 Operasi Janji Setia 4 Iran terhadap wilayah Zionis.

Pemilihan Mojtaba sebagai pengganti Khamenei membuktikan Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat dan nilai Ketuhanan.

"Meski kehilangan pemimpin besar, sejumlah pejabat tinggi dan komandan militer senior, sistem ini akan tetap berjalan dengan keteguhan dan kekuatan di bawah pemimpin baru," tulis Kedubes Iran.

Kedutaan Besar Iran menambahkan, operasi pertahanan ditujukan terhadap target dan fasilitas yang menjadi sumber dan titik awal agresi terhadap Iran atau yang mendukungnya.

"Iran tetap berkomitmen menjaga dan melanjutkan hubungan persahabatan dengan negara-negara kawasan berdasarkan prinsip saling menghormati, hubungan bertetangga yang baik, serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah," terangnya.

Iran menegaskan, operasi pertahannya terhadap "pangkalan dan instalasi militer AS di kawasan tidak boleh dipandang sebagai permusuhan terhadap negara-negara di kawasan."