JAKARTA - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan operasi militer Amerika melawan Iran baru permulaan dan masih jauh dari selesai, saat serangan AS dan Israel ke Iran memasuki pekan kedua.
Dalam wawancara yang ditayangkan di '60 Minutes' CBS News pada Hari Minggu Kepala Pentagon mengatakan kemampuan Iran untuk memproyeksikan kekuatan di kawasan itu terus melemah.
"Berkurang dan akan semakin berkurang. Sekali lagi, yang ingin saya sampaikan kepada pemirsa Anda adalah ini baru permulaan," kata Hegseth, melansir Anadolu (9/3).
Menurut Pentagon, lebih dari 50.000 tentara AS terlibat dalam apa yang disebut Operasi Epic Fury, dengan militer AS telah menyerang sekitar 3.000 target di dalam Iran hingga Jumat.
Lebih jauh Menhan Hegseth mengatakan, operasi militer terhadap Iran berjalan sesuai rencana tetapi menolak anggapan operasi militer tersebut hampir selesai.
"Kita berada di jalur yang benar, sesuai rencana," katanya, menambahkan AS dan Israel memiliki kemampuan militer yang "luar biasa" dibandingkan dengan Iran.
"Jika Anda menggabungkan angkatan udara kita dengan angkatan udara Israel Defense Forces, mereka adalah dua angkatan udara terkuat di dunia," klaimnya.
Ia juga mengulangi tuntutan Presiden Donald Trump agar Iran "menyerah tanpa syarat," dengan mengatakan tujuannya adalah untuk membuat pasukan Iran tidak mampu melanjutkan pertempuran.
"Artinya kita berjuang untuk menang. Artinya kita menetapkan syaratnya. Kita akan tahu kapan mereka tidak mampu lagi bertempur," kata Hegseth.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional di tengah serangan AS dan Israel terhadap target Iran dan serangan balasan di seluruh Timur Tengah.
BACA JUGA:
Menurut Pentagon, AS siap untuk melanjutkan kampanye selama diperlukan untuk mencapai tujuannya.
Kepala Pentagon juga memperingatkan, korban jiwa diperkirakan akan terjadi seiring berlanjutnya konflik.
"Presiden benar ketika mengatakan akan ada korban jiwa. Akan ada lebih banyak korban jiwa," katanya, menambahkan kerugian tersebut "memperkuat tekad dan kepercayaan kita untuk mengatakan bahwa ini adalah pertempuran yang akan kita selesaikan."