Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan dirinya telah berbicara dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth tentang aktivitas militer di Tepi Barat, berterima kasih atas dukungannya terhadap upaya Israel untuk menciptakan zona penyangga yang aman di dalam wilayah Suriah dan Lebanon.

"Menteri Pertahanan (Israel) memberi pengarahan kepada Menteri Pertahanan (AS) tentang operasi IDF (militer Israel) di Yudea dan Samaria (istilah Alkitab untuk Tepi Barat) untuk melawan teror di kamp pengungsi, dan menekankan pentingnya zona keamanan di Lebanon dan Suriah, serta berterima kasih kepadanya atas dukungannya," demikian bunyi pernyataan dari Kantor Menhan Katz, melansir The Times of Israel 4 Maret.

Menhan Katz juga berterima kasih kepada Kepala Pentagon tersebut atas percepatan pengiriman senjata ke Israel oleh pemerintahan Washington dan atas "komitmen (Presiden) Trump terhadap aliansi bilateral yang kuat," demikian pernyataan tersebut.

Kantor Menhan Katz mengatakan kedua kepala pertahanan tersebut sepakat Iran tetap menjadi ancaman utama di kawasan tersebut, berupaya untuk mempertahankan "kerja sama yang erat antara Israel dan AS untuk mencegahnya (Iran) memperoleh senjata nuklir."

Katz juga menyinggung Gaza, termasuk keputusan Israel untuk menyetujui usulan Washington guna memperpanjang tahap pertama kesepakatan gencatan senjata, alih-alih melanjutkan penarikan militer yang direncanakan dari Jalur Gaza. Ia juga "menekankan perlunya memulangkan semua sandera dan melenyapkan Hamas," kata pernyataan itu.

Terpisah, Pentagon dalam pernyataan mengenai pembicaraan melalui telepon itu mengatakan, Menhan Hegseth "menegaskan kembali Amerika Serikat tetap 100 persen berkomitmen terhadap keamanan Israel dan menekankan ikatan yang tak terpisahkan yang terjalin antara Amerika Serikat dan Israel."