JAKARTA - Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pada Hari Senin, Ukraina berkomitmen untuk melakukan diplomasi intensif guna mengakhiri perang tiga tahun dengan Rusia dengan cepat, menekankan ia berharap dapat mengandalkan dukungan Amerika Serikat dalam mengamankan perdamaian.
Presiden Zelensky mengeluarkan serangkaian pernyataan, tiga hari setelah pertemuannya di Gedung Putih dengan Presiden Donald Trump dari AS, yang berujung pada perdebatan sengit, menggarisbawahi perlunya diplomasi yang mendesak dan pentingnya dukungan Washington bagi Kyiv.
Pernyataan Presiden Zelensky muncul setelah Presiden Trump mengisyaratkan kesabarannya telah habis terhadap Pemimpin Ukraina, menyusul pernyataan Pemimpin Kyiv mengenai akhir perang dengan Rusia "sangat, sangat jauh".
"Sangat penting bagi kita untuk mencoba menjadikan diplomasi kita benar-benar substantif guna mengakhiri perang ini secepat mungkin," cuit Presiden Zelensky di X, melansir Reuters 4 Maret.
"Kami bekerja sama dengan Amerika dan mitra-mitra Eropa kami dan sangat berharap dukungan AS dalam perjalanan menuju perdamaian. Perdamaian dibutuhkan sesegera mungkin," lanjutnya.
Presiden Zelensky menghadiri pertemuan akhir pekan dengan sekutu-sekutu Ukraina di Eropa yang ditujukan untuk menyusun rencana penyelesaian perang, dua hari setelah pertikaian di Gedung Putih.
Sejak perdebatan sengit di Gedung Putih Jumat pekan lalu, Presiden Zelensky telah berusaha keras untuk menekankan, hubungan dengan Washington merupakan prioritas dan yakin hubungan tersebut dapat diperbaiki.
Kemarin, Parlemen Ukraina menambahkan dukungannya pada Hari Senin untuk diplomasi dan hubungan yang kuat dengan Washington, dengan pernyataan yang menggambarkan upaya pemeliharaan perdamaian Trump sebagai hal "penting".
Dalam komentar berikutnya di aplikasi perpesanan Telegram, Presiden Zelensky menekankan persatuan antara Ukraina dan mitra-mitranya, termasuk Amerika Serikat, setelah panggilan telepon dengan para pemimpin dari tiga negara Baltik, yang mendukung Ukraina tetapi tidak menghadiri pertemuan puncak negara-negara Eropa pada Hari Minggu di London.
Presiden Zelensky mengatakan ia memberi tahu mereka tentang hasil pertemuan tersebut, mengulangi Ukraina membutuhkan jaminan keamanan sebagai bagian dari penyelesaian konflik apa pun.
"Bersama-sama, kita harus menyiapkan rencana aksi untuk membawa kita lebih dekat ke jaminan keamanan yang nyata. Ada inisiatif konkret dan kita akan terus bekerja," tulisnya.
"Persatuan dengan semua mitra kita penting bagi kita untuk mengakhiri perang secepat mungkin dan memberikan perdamaian yang andal dan langgeng," imbuh Presiden Zelensky.
"Ukraina, Eropa dan AS, hanya bersama-sama kita dapat mengembalikan keamanan bagi semua rakyat kita. Dan ini benar-benar mungkin," tambahnya.
BACA JUGA:
Presiden Ukraina menegaskan maksudnya dalam pidato video malam hari, dengan mengatakan tidak adanya jaminan keamanan telah menjadi faktor utama di balik invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 dan pemberontakan delapan tahun sebelumnya oleh separatis yang didukung Rusia yang merebut sebagian besar wilayah di Ukraina timur.
"Dan sekarang, karena kurangnya jaminan keamanan yang jelas, Rusia terus melanjutkan perang ini. Seluruh dunia melihat ini dan seluruh dunia mengakuinya," katanya.
"Ukraina, seluruh Eropa dan Amerika, bersama-sama kita dapat memastikan stabilitas selama puluhan tahun. Untuk mencapainya, kita harus bersikap konstruktif, bekerja sama, saling melengkapi usulan masing-masing dan mempercepat diplomasi untuk mengakhiri perang," tandasnya.