Bagikan:

JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Hari Rabu, Rusia sedang bersiap untuk melanjutkan perang di negaranya tahun depan, mengomentari pernyataan Presiden Vladimir Putin yang menyebutkan Rusia pasti akan mencapai tujuan perang di Ukraina.

"Hari ini, kita mendengar sinyal lain dari Moskow bahwa mereka sedang bersiap untuk menjadikan tahun depan sebagai tahun perang," kata Presiden Zelensky dalam pidato rutin malam harinya, melansir Al Arabiya dari AFP (18/12).

Dalam pidatonya malam itu, ia mengatakan sinyal agresif Presiden Putin "bukan hanya untuk kami."

"Penting bagi mitra kami untuk melihat ini, dan penting bagi mereka untuk tidak hanya melihatnya tetapi juga menanggapi, termasuk mitra kami di Amerika Serikat, yang sering mengatakan bahwa Rusia konon ingin mengakhiri perang," katanya, menuduh Moskow mencoba untuk "merusak diplomasi."

Pernyataan itu merupakan reaksi terhadap pernyataan Presiden Putin, yang sebelumnya mengatakan Rusia akan mencapai tujuannya dalam serangan Ukraina, termasuk merebut wilayah Ukraina yang diklaimnya sebagai miliknya, di tengah serangkaian diplomasi internasional untuk mengakhiri perang.

"Tujuan operasi militer khusus pasti akan tercapai," kata Presiden Putin dalam pertemuan dengan para pejabat Kementerian Pertahanan di Moskow, menggunakan kata-kata Kremlin untuk perang yang hampir empat tahun lamanya.

"Kami lebih memilih melakukan ini dan menghilangkan akar penyebab konflik melalui diplomasi," katanya, seraya berjanji untuk merebut wilayah Ukraina yang diklaim Rusia telah dianeksasi "dengan cara militer" jika “negara lawan dan para pendukung asingnya menolak untuk terlibat dalam diskusi substantif."

Komentar Presiden Putin muncul ketika Ukraina pada Hari Senin memuji "kemajuan" yang telah dicapai mengenai masalah jaminan keamanan masa depan untuk Kyiv, setelah dua hari pembicaraan dengan utusan Presiden AS Donald Trump di Berlin.

Namun menurut Presiden Zelensky, perbedaan tetap ada mengenai wilayah mana yang harus diserahkan Ukraina kepada Rusia.

Usulan awal Washington – yang dikritik oleh Ukraina dan sekutunya sebagai terlalu menguntungkan Rusia – akan membuat Kyiv menarik diri dari wilayah Donetsk timur dan Amerika Serikat secara de facto mengakui wilayah Donetsk, Krimea dan Luhansk sebagai wilayah Rusia.

Isi rencana revisi saat ini masih belum jelas.

Sebelumnya pada Hari Rabu, Kremlin mengatakan Rusia sedang menunggu informasi dari AS tentang hasil pembicaraan di Berlin.

"Kami berharap, segera setelah mereka siap, rekan-rekan Amerika kami akan memberi tahu kami hasil kerja mereka dengan Ukraina dan Eropa," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Presiden Zelensky diperkirakan akan menghadiri KTT di Brussels pada Hari Kamis untuk melobi para pemimpin Uni Eropa, agar mengadopsi rencana untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung pertahanan Ukraina.