JAKARTA - Seorang tentara Israel bunuh diri di pangkalan militer di Israel utara, sehingga jumlah korban tewas akibat bunuh diri menjadi 61 orang sejak awal perang Gaza pada Oktober 2023, menurut media lokal.
Menurut surat kabar Haaretz, seorang tentara yang menjalani wajib militer mengalami luka kritis setelah menembak dirinya sendiri di dalam pangkalan dan dinyatakan meninggal pada Selasa malam di rumah sakit, dikutip dari Anadolu (18/12).
Pernyataan militer sebelumnya mengatakan, seorang tentara terluka parah dalam penembakan di pangkalan militer di Israel utara dan dibawa ke rumah sakit, di mana ia kemudian meninggal, dan mencatat polisi militer telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.
Sebanyak 279 tentara Israel telah mencoba bunuh diri sejak awal tahun 2024 hingga Juli 2025, yang berarti sekitar satu bunuh diri berhasil untuk setiap tujuh percobaan, menurut laporan dari Pusat Penelitian dan Informasi Knesset.
Tentara Israel sebelumnya mengonfirmasi 48 tentara telah bunuh diri selama dinas militer sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023.
Setidaknya 13 tentara juga meninggal karena bunuh diri di luar dinas militer karena masalah psikologis, termasuk enam sejak awal tahun ini; sehingga jumlah total bunuh diri sejak awal perang menjadi 61, kata Haaretz.
Dua puluh tentara Israel meninggal karena bunuh diri pada tahun 2024, dan 16 lainnya sejak awal tahun ini hingga Juli, lapor Haaretz, mencatat sejak saat itu setidaknya empat tentara tambahan telah bunuh diri.
Pada Bulan Oktober, Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Eyal Zamir mengakui krisis kesehatan mental yang memburuk di dalam militer, mengatakan ribuan tentara menerima perawatan psikologis.
Ia mendesak para komandan untuk tetap waspada, mendeteksi masalah kesehatan mental di dalam unit mereka, dan memastikan bahwa tentara segera mencari perawatan.
Diketahui, hampir 10.000 tentara Israel dari 19.000 yang terluka di Gaza menderita gangguan psikologis seperti gangguan stres pasca-trauma dan sedang dirawat di Departemen Rehabilitasi Kementerian Pertahanan, menurut laporan sebelumnya oleh lembaga penyiaran publik KAN yang diterbitkan pada akhir Juli.
BACA JUGA:
Pada Hari Selasa, sumber medis mengonfirmasi korban tewas di Gaza sejak konflik terbaru di Jalur Gaza pecah pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 70.667 orang, mayoritas korban anak-anak dan perempuan, dikutip dari WAFA.
Sumber yang sama juga mengonfirmasi, korban luka-luka telah mencapai 171.151 orang sejak konflik pecah.
Di sisi lain, jumlah total korban jiwa dan luka-luka sejak perjanjian gencatan senjata pada 11 Oktober 2023 telah mencapai 393 orang tewas dan 1.074 orang luka-luka, dengan 634 jenazah ditemukan.