Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Turki mengatakan sistem pertahanan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan dari Iran yang telah memasuki wilayah udara negara itu dan berjanji untuk mengambil "semua tindakan yang diperlukan" terhadap ancaman terhadap wilayah darat dan udaranya.

Rudal tersebut, "dinetralkan oleh aset pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania Timur," kata Kementerian Pertahanan Ankara dalam sebuah pernyataan, melansir The National (9/3).

Puing-puing dari rudal yang dicegat mendarat di "lahan kosong" di Provinsi Gaziantep di Turki tenggara dan tidak ada korban luka atau jiwa, kata pernyataan itu.

Ini adalah kali kedua dalam seminggu pasukan NATO menembak jatuh rudal balistik yang tampaknya menargetkan Turki.

Sebelumnya, pertahanan NATO juga menjatuhkan rudal balistik yang ditembakkan dari Iran saat menuju wilayah udara Turki Rabu pekan lalu.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan rudal itu telah melewati Irak dan Suriah sebelum ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur.

Sehari setelahnya, Sekjen NATO Mark Rutte mengatakan situasi yang terjadi tidak memberikan alasan langsung untuk mengaktifkan klausul pertahanan bersama Pasal 5 NATO.

Diketahui, Pasal 5 aliansi NATO menetapkan serangan terhadap salah satu anggota aliansi merupakan serangan terhadap semua anggota lainnya.

Turki yang merupakan anggota NATO memperingatkan pada Sabtu lalu, agar tidak menembakkan lebih banyak rudal ke arahnya.

Turki menegaskan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah dan ruang udaranya dengan tegas tanpa ragu-ragu.