JAKARTA - Human Rights Watch pada Hari Senin menuduh Israel secara ilegal menggunakan fosfor putih di daerah permukiman di sebuah kota di Lebanon selatan pekan lalu.
Dalam laporan yang dirilis yang kemarin, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di New York, Amerika Serikat itu mengatakan, militer Israel menembakkan fosfor putih yang dikirim melalui artileri pada tanggal 3 Maret di atas Kota Yohmor, Lebanon selatan, menggambarkan penggunaan zat pembakar di daerah berpenduduk sebagai tindakan ilegal.
HRW mengatakan telah memverifikasi dan melakukan geolokasi tujuh gambar yang menunjukkan amunisi fosfor putih yang meledak di udara ditempatkan di atas bagian pemukiman kota, serta petugas pertahanan sipil yang menanggapi kebakaran yang terjadi di setidaknya dua rumah dan satu kendaraan.
"Israel harus segera menghentikan praktik ini, dan negara-negara yang memasok senjata ke Israel, termasuk amunisi fosfor putih, harus menangguhkan bantuan militer dan penjualan senjata serta menekan Israel untuk berhenti menembakkan amunisi tersebut di daerah pemukiman," kata Ramzi Kaiss, peneliti HRW untuk Lebanon, dalam laporan tersebut, dilansir dari Daily Sabah (10/3).
Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah melaporkan pada Hari Minggu, pasukan Israel menargetkan kota Khiam dan Tal Nahas, dekat perbatasan Israel, dengan artileri dan penembakan fosfor.
Bulan lalu, Israel juga dituduh menyemprotkan herbisida glifosat dan pestisida dengan komposisi yang tidak diketahui ke lahan pertanian di sepanjang perbatasan Lebanon dan di pedesaan Quneitra di Suriah selatan.
Fosfor putih adalah zat kimia yang terbakar saat bersentuhan dengan oksigen dan umumnya digunakan untuk membuat tabir asap atau menerangi medan perang.
Namun, zat ini juga dapat berfungsi sebagai senjata pembakar yang mampu menyebabkan kebakaran, luka bakar parah, kerusakan pernapasan, kegagalan organ, dan kematian.
BACA JUGA:
Israel, yang terus melancarkan serangan yang menargetkan Hizbullah meskipun ada gencatan senjata tahun 2024, melancarkan beberapa gelombang serangan di seluruh Lebanon sejak pekan lalu dan mengerahkan pasukan darat ke daerah perbatasan setelah kelompok yang didukung Iran itu melakukan serangan terhadapnya.
Tentara Israel telah berulang kali mendesak penduduk yang tinggal di selatan Sungai Litani, sekitar 30 kilometer (20 mil) utara perbatasan Israel, untuk mengungsi dari daerah tersebut.
Otoritas Lebanon dan HRW selama bertahun-tahun menuduh Israel menggunakan amunisi fosfor putih yang kontroversial dalam serangan yang menurut para pejabat telah merugikan warga sipil dan lingkungan.