Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon membahas penguatan kerja sama budaya Indonesia–Kazakhstan bersama Mochamad Fadjroel Rachman di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 3 Maret. Fokus pembahasan diarahkan pada agenda konkret menjelang rencana kunjungan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev ke Indonesia pada Juli 2026.

Fadjroel menyebut kunjungan kenegaraan itu masih dalam koordinasi, termasuk di level kementerian luar negeri kedua negara. Selain forum politik dan bisnis, akan disiapkan forum kultural yang menampilkan pertunjukan seni kolaboratif Indonesia–Kazakhstan. Menbud merespons dengan menyiapkan pemetaan lokasi pertunjukan dan membuka opsi penandatanganan memorandum kerja sama antarkementerian bidang kebudayaan saat kunjungan berlangsung.

Di luar panggung pertunjukan, kedua pihak memetakan kerja sama pencak silat. Kazakhstan disebut memiliki perkembangan pesat dan prestasi di sejumlah kejuaraan dunia. Fadli menekankan, yang didorong dari sisi kebudayaan adalah tradisinya—silat sebagai warisan budaya takbenda—bukan semata cabang olahraga. Salah satu opsi yang dibahas adalah pengiriman praktisi pencak silat ke Kazakhstan untuk memperkuat dimensi seni dan tradisi.

Pembahasan juga menyentuh film. Fadjroel menyampaikan adanya minat sutradara Kazakhstan melakukan produksi di beberapa titik di Indonesia. Ia juga menyebut sejumlah film Indonesia sudah diterjemahkan ke bahasa Rusia dan diputar dalam kegiatan nonton bersama. Menbud menawarkan skema ko-produksi dengan mitra di Indonesia, sekaligus mendorong partisipasi sineas Kazakhstan dalam JAFF Market dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival untuk memperkuat ekosistem bersama.

Kerja sama museum turut dibuka, termasuk usulan dukungan bagi partisipasi Indonesia dalam kompetisi menyanyi internasional “Voice of Turan” yang diikuti sekitar 20 negara. Menurut Fadjroel, panggung ini bisa menjadi jalur promosi yang membuat karakter budaya Indonesia lebih “nempel” di kawasan Asia Tengah.

Pertemuan dihadiri Staf Ahli Menbud Bidang Hubungan Antar Lembaga Ismunandar dan Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti.