Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon membuka peluang kerja sama dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) untuk memperkuat diseminasi narasi budaya sekaligus Konservasi Aksara Daerah. Ajakan itu disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Pusat JMSI di Ruang Mataram, Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (3/3).

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyatakan JMSI—sebagai konstituen muda di Dewan Pers—ingin mengambil peran lebih aktif di isu kebudayaan, khususnya konservasi aksara daerah.

Fadli menegaskan pemajuan kebudayaan tidak bisa ditumpukan pada pemerintah semata. Ia mengutip Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 dan menekankan kerja media menentukan apakah kebijakan kebudayaan “hidup” di publik atau berhenti sebagai dokumen. “Tugas pemajuan kebudayaan nasional ini harus menjadi tugas kita bersama… sangat erat kaitannya dengan yang dilakukan oleh rekan-rekan media,” ujarnya.

Menurut Fadli, yang mendesak bukan hanya revitalisasi fisik, melainkan narasi yang konsisten agar menjadi kampanye yang menjangkau publik Indonesia sekaligus audiens internasional. Ia menyebut Kementerian Kebudayaan tengah mempercepat penetapan dan pelestarian cagar budaya serta Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Dari WBTB yang sudah ditetapkan, sekitar 10–20% merupakan kuliner. Pemerintah juga mengusulkan tempe sebagai WBTB ke UNESCO—langkah yang, kata dia, harus diiringi strategi komunikasi publik yang kuat.

“Yang kita perlukan adalah diseminasi narasi dan informasi, maka itu perlu berkolaborasi dengan media,” kata Fadli.

Ia juga menyampaikan kementerian sedang mengumpulkan cerita rakyat untuk didigitalisasi. Pertemuan dihadiri antara lain Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, Staf Khusus Bidang Media dan Komunikasi Publik Muhammad Asrian Mirza, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Ibnu Hamad, Direktur Pengembangan Budaya Digital Andi Syamsu Rijal, serta Kepala Balai Media Kebudayaan Abu Chanifah. Sementara dari JMSI, selain Ketua Umum Teguh Santosa, hadir menemani Ketua Harian Ari Rahman, Pengurus Pusat JMSI antara lain Iqbal Irsyad, Mashudi, I Wayan Sudane dan Yophiandi Kurniawan.