JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan pada Hari Senin, Pemimpin Hizbullah Naim Kassem kini menjadi "target untuk dieliminasi" setelah kelompok militan itu menembaki Israel.
Pernyataan Katz datang menyusul serangan drone dan rudal Iran ke Israel, usai tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
"Organisasi teror Hizbullah akan membayar mahal atas penembakan ke arah Israel, dan Naim Qassem, sekretaris jenderal Hizbullah, yang memutuskan penembakan tersebut di bawah tekanan dari Iran, mulai sekarang, ia menjadi target yang ditandai untuk dieliminasi," cuit Katz di X seperti dikutip dari Al Arabiya (2/3).
Ia mengatakan, siapa pun yang "mengikuti jalan" mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dibunuh oleh Israel pada hari Sabtu, "akan segera mendapati dirinya bersama dengannya di kedalaman neraka bersama semua orang yang dieliminasi dari poros kejahatan."
Sebelumnya,Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota di Iran pada Hari Sabtu.
Dikutip dari ABC, Amerika Serikat menyebuti operasi itu sebagai "Operation Epic Fury" sementara Israel menyebutnya "Operation Roaring Lion."
Ayatollah Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota lainnya di Iran pada Hari Sabtu.
kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon pada Hari Senin turun gelanggang dalam konflik terbaru di Timur Tengah dengan menyerang Israel, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatolllah Ali Khamenei.
"Kepemimpinan perlawanan selalu menekankan bahwa kelanjutan serangan Israel dan pembunuhan para pemimpin, pemuda, dan rakyat kami memberi kami hak untuk membela diri dan membalas pada waktu dan tempat yang tepat," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, melansir Al Arabiya dan Reuters.
Hizbullah mengatakan mereka menyerang Israel "sebagai pembalasan atas darah murni" Ali Khamenei, "untuk membela Lebanon dan rakyatnya, dan sebagai tanggapan atas serangan Israel yang berulang."
Pekan lalu, Hizbullah mengatakan kelompok tersebut tidak akan campur tangan secara militer jika terjadi serangan terbatas Amerika Serikat ke Iran, tetapi akan menganggap setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai "garis merah."
"Jika terjadi serangan AS yang terbatas terhadap Iran, posisi Hizbullah adalah untuk tidak campur tangan secara militer," kata seorang pejabat Hizbullah dengan syarat anonim kepada AFP seperti dikutip dari Al Arabiya.
BACA JUGA:
Terpisah, Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letnan Jendera Eyal Zamir mengatakan pertempuran melawan kelompok militan Lebanon Hizbullah, yang dimulai Senin pagi, dapat berlangsung "berhari-hari" lagi.
"Kami telah melancarkan kampanye ofensif terhadap Hizbullah," kata Zamir dalam sebuah video yang dibagikan oleh militer pada Hari Senin, beberapa jam setelah serangan roket yang diklaim oleh Hizbullah memicu gelombang serangan Israel di Lebanon.
"Kita harus siap untuk pertempuran selama beberapa hari, bahkan banyak hari," tandasnya.