Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Hari Minggu secara resmi menuduh Amerika Serikat dan Israel melakukan "tindakan teror pengecut" yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan anggota Dewan Keamanan, Menlu Araghchi mengatakan AS dan Israel sengaja menargetkan Khamenei pada 28 Februari dalam "tindakan agresi yang tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan" terhadap kedaulatan Iran.

"Saya menulis surat ini untuk menyampaikan kepada Anda secara mendesak tindakan keji dan kriminal terbaru yang dilakukan terhadap negara besar Iran oleh Amerika Serikat dan rezim Israel," bunyi surat itu, melansir Anadolu (2/3).

"Kegagalan untuk menanggapi secara tegas tindakan tersebut tidak hanya akan memperberani para pelakunya tetapi juga akan menimbulkan kerusakan yang abadi dan tidak dapat diperbaiki pada fondasi tatanan hukum internasional selama beberapa dekade mendatang," lanjutnya.

Lebih jauh Menlu Araghchi menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran berat dan belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap hukum internasional, mengutip Pasal 2(4) Piagam PBB, yang melarang penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun.

Diberitakan sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota di Iran pada Hari Sabtu.

Dikutip dari ABC, Amerika Serikat menyebuti operasi itu sebagai "Operation Epic Fury" sementara Israel menyebutnya "Operation Roaring Lion."

Sejak Sabtu pagi, Israel dan AS telah melakukan serangan terhadap Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khemenei dan banyak pejabat keamanan tinggi lainnya.

Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal terhadap aset Israel dan AS di wilayah tersebut yang mendorong banyak negara Teluk untuk menutup wilayah udara mereka.

Surat itu juga merujuk pada Pasal 51, menegaskan apa yang digambarkan Iran sebagai “hak inheren dan tak terbantahkan” untuk membela diri.

"Mengingat hal tersebut di atas, dan pada saat normalisasi pelanggaran berat hukum internasional yang disayangkan mengancam integritas sistem internasional, Republik Islam Iran dengan sungguh-sungguh menyerukan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan untuk melaksanakan tanggung jawab yang diamanatkan oleh Piagam PBB untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional dan mengambil langkah-langkah segera, konkret, dan efektif untuk memastikan pertanggungjawaban penuh Amerika Serikat dan rezim Israel atas tindakan teroris keji yang disebutkan di atas," kata Menlu Araghchi.

Menlu Araghchi juga meminta agar surat tersebut diedarkan sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan.