JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pada Hari Minggu, Ia telah setuju mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan Inggris untuk melancarkan serangan "defensif" yang bertujuan menghancurkan rudal Iran dan peluncurnya.
Namun dalam pidato video yang diunggah ke media sosial, ia menambahkan: "Kami tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan kami tidak akan bergabung dalam aksi ofensif sekarang," seperti melansir Al Arabiya dari AFP (2/3).
"Tetapi Iran sedang menjalankan strategi bumi hangus, jadi kami mendukung pertahanan diri kolektif sekutu dan rakyat kami di kawasan ini," lanjutnya.
PM Starmer menambahkan: "Keputusan kami bahwa Inggris tidak akan terlibat dalam serangan terhadap Iran adalah disengaja."
"Terutama karena kami percaya bahwa jalan terbaik bagi kawasan dan dunia adalah penyelesaian melalui negosiasi," tambahnya.
Pernyataan terpisah yang diunggah di situs web Pemerintah Inggris menjelaskan posisi hukumnya.
Sebelumnya pada Hari Minggu, Prancis, Jerman dan Inggris mengatakan dalam pernyataan bersama, mereka siap membela kepentingan mereka dan sekutu mereka di Teluk jika perlu dengan mengambil "tindakan defensif" terhadap Iran.
Diberitakan sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota di Iran pada Hari Sabtu.
Dikutip dari ABC, Amerika Serikat menyebuti operasi itu sebagai "Operation Epic Fury" sementara Israel menyebutnya "Operation Roaring Lion."
Pertengahan bulan lalu, Inggris menolak memberikan izin kepada pasukan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris untuk potensi serangan terhadap Iran, lapor The Times.
Keputusan ini telah meningkatkan ketegangan dengan Washington dan memicu kritik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Berdasarkan perjanjian yang telah lama berlaku, pesawat Amerika dapat beroperasi dari RAF Fairford di Gloucestershire, markas pembom berat AS, dan pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia, hanya dengan persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Inggris.
BACA JUGA:
Namun, London belum memberikan izin tersebut untuk tindakan hipotetis apa pun terhadap Iran, dengan alasan kekhawatiran bahwa berpartisipasi dalam serangan tanpa justifikasi hukum yang jelas dapat melanggar hukum internasional, seperti dikutip dari Anadolu (20/2).
Presiden Trump mengkritik keputusan tersebut sekaligus menyerang perjanjian Inggris tahun 2025 untuk mentransfer kedaulatan Wilayah Samudra Hindia Inggris, termasuk Diego Garcia dan Kepulauan Chagos, ke Mauritius.
Di platform Truth Social miliknya, Ia memperingatkan bahwa "mungkin perlu bagi Amerika Serikat untuk menggunakan Diego Garcia, dan lapangan terbang yang terletak di Fairford untuk memberantas potensi serangan oleh rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya," merujuk pada Iran.