JAKARTA - Militer Amerika Serikat telah melakukan serangan terhadap lebih dari 1.000 target Iran sejauh ini sejak memulai kampanyenya pada hari Sabtu, kata Komando Pusat AS (US CENTCOM) pada Hari Minggu.
Dalam lembar fakta, Komando Pusat AS mencantumkan berbagai jenis target sasarannya yang berada di Iran.
Mulai dari Pusat Komando dan Kontrol, Markas Besar Gabungan IRGC (Garda Revolusi Iran), Markas Besar Angkatan Udara IRGC, Sistem Pertahanan Udara Terpadu, Situs Rudal Balistik, Kapal Angkatan Laut Iran, Kapal Selam Angkatan Laut Iran,
Situs Rudal Anti-kapal, hingga Kemampuan Komunikasi Militer
Lebih jauh CENTCOM pada Hari Minggu juga mengumumkan mereka telah menghancurkan markas besar pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Hari kedua perang untuk menggulingkan pemerintah Iran.
"Amerika memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan, melansir Al Arabiya (2/3).
"Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah membunuh lebih dari 1.000 warga Amerika selama 47 tahun terakhir. Kemarin, serangan besar-besaran AS telah memenggal kepala ular itu," demikian pernyataan tersebut.
Sebelumnya pada hari itu, Presiden Donald Trump mengatakan serangan militer AS telah menenggelamkan sembilan kapal angkatan laut Iran dan sebagian menghancurkan markas besar angkatan laut Iran.
"Saya baru saja diberitahu bahwa kami telah menghancurkan dan menenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting," kata Presiden Trump di jejaring sosial Truth miliknya.
"Kami akan mengejar sisanya – Mereka akan segera mengapung di dasar laut juga! Dalam serangan yang berbeda, kami sebagian besar menghancurkan Markas Besar Angkatan Laut mereka. Selain itu, Angkatan Laut mereka berkinerja sangat baik!" tandasnya.
BACA JUGA:
Diberitakan sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota di Iran pada Hari Sabtu.
Dikutip dari ABC, Amerika Serikat menyebuti operasi itu sebagai "Operation Epic Fury" sementara Israel menyebutnya "Operation Roaring Lion."