JAKARTA - Iran menyampaikan duka mendalam terhadap tewasnya prajurit Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam serangan Israel di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon pada Minggu malam 29 Maret.
Ucapan belasungkawa itu disampaikan Kedutaan Besar (Kedubes) Iran untuk RI lewat pernyataannya di akun media sosialnya, Senin siang 30 Maret.
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa terdalam kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas kehilangan tragis seorang pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL," kata pernyataan Kedubes Iran untuk RI.
The Embassy of the Islamic Republic of Iran expresses its deepest condolences to the Government and people of Indonesia on the tragic loss of an Indonesian peacekeeper serving under UNIFIL.
We strongly condemn this heinous act, which is a direct consequence of Israel’s continued…
— Iran Embassy in Indonesia (@IraninIndonesia) March 30, 2026
Kedubes Iran juga mengecam operasi militer Israel membabibuta ke Lebanon selatan kerap melanggar hukum internasional hingga melukai personel pemelihara perdamaian PBB yang sedang bertugas.
"Kami mengutuk keras tindakan keji ini, yang merupakan konsekuensi langsung dari agresi berkelanjutan Israel, yang dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari AS," tulis Kedubes.
Kedubes Iran juga mendesak agar tindakan-tindakan Israel yang melanggar hukum humaniter internasional potensial melahirkan kesewenang-wenangan dan pelanggaran hak asasi manusia diusut hingga tuntas.
"Menargetkan pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman," demikian pernyataan.