Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump, yang tengah bersiap menghadapi pemilu paruh waktu, menggunakan pidatonya di hadapan Kongres untuk meyakinkan publik kondisi ekonomi negara tersebut membaik dengan menggambarkan situasipositif.

Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan Trump mengandalkan data statistik dan proposal pemotongan pajak meskipun para pemilih masih diliputi kekhawatiran atas melonjaknya biaya hidup.

Partai Republik disebut harus mempertahankan mayoritasnya di Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu paruh waktu mendatang.

Dilansir ANTARA dari Anadolu, Kamis, 26 Februari, survei terbaru The Wall Street Journal menunjukkan banyak warga Amerika tidak menyetujui kebijakan ekonomi pemerintahan saat ini dan menilai otoritas belum memberikan perhatian yang cukup terhadap masalah kenaikan biaya hidup.

Pidato kenegaraan tahunan keduaTrump di hadapan Kongres sejak memulai masa jabatan keduanya memecahkan rekor dengan durasi 107 menit atau satu jam 47 menit. Rekor sebelumnya dipegang oleh Presiden dari Partai Demokrat Bill Clinton.

Pidato Kenegaraan atau State of the Union merupakan pesan konstitusional tahunan presiden kepada Kongres yang merangkum capaian selama setahun, menilai kondisi negara, serta memaparkan prioritas utama pemerintahan ke depan.