<i>Update</i> COVID-19 per 5 Mei: Jutaan Pekerja Dirumahkan Selama Pandemi
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Yuri) (dokumentasi BNPB)

Bagikan:

JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Yuri) memaparkan data sementara penanangan COVID-19 per Selasa, 5 Mei. Terdapat penambahan kasus positif sebanyak 484 orang, sehingga total keseluruhan menjadi 12.071 kasus positif.

Di balik terus bertambahnya kasus positif, ada kabar baik soal jumlah kasus sembuh yang juga bertambah dengan jumlah besar. Sekitar 243 orang dinyatakan sembuh dengan total seluruhnya menjadi 2.197 orang.

Kemudian, pada kasus meninggal, hanya ada 8 kasus baru yang ditemukan. Dengan penambahan tersebut kasus meninggal akibat COVID-19 menjadi 872 orang.

Serupa, untuk orang dalam pemantauan (ODP) juga bertambah sebanyak 1.046 orang dengan total seluruhnya 239.226 orang. Sementara, kasus pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah dengan total 26.408 orang.

Dampak dari penyebaran COVID-19 yang begitu masif sudah sangat dirasakan. Kurang lebih dua bulan pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota. Sehingga, roda ekonomi pun seolah terhenti.

Berdasarkan laporan yang diterima, kurang lebih satu juta pekerja terpaksa dirumahkan dan ratusan ribu pekerja dipecat akibat pandemi COVID-19.

"Sudah menggambarkan dampak yang luar biasa di sektor ekonomi, dengan kemudian telah di rumah kan nya lebih dari 1 juta pekerja. dan kemudian lebih dari 375.000 lainnya kehilangan pekerjaan," ucap Yuri di Graha BNPB, Jakarta, Selasa, 5 Mei.

Kendati demikian, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat seperti pemberian bantuan. Namun, masyarakat satu sama lain pun harus saling membantu.

"Pemerintah sudah menyiapkan stimulus ekonomi dan jejaring pengaman sosial. Namun kepedulian kita terhadap sesama penting kita lakukan, kepedulian kita kepada tetangga dan saudara, kepada teman sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini," papar Yuri.