JAKARTA - Aksi demonstrasi besar-besaran Yahudi ultra-Ortodoks menentang wajib militer berujung ricuh di Yerusalem pada Selasa waktu setempat.
Kerusuhan terjadi setelah remaja pendemo tewas dilindas bus Israel yang menabrak kerumunan aksi massa tersebut.
Mengutip Reuters, Rabu 7 Januari, layanan darurat Magen David Adom Israel mengatakan, korban yang berusia 18 tahun terjebak di bawah bus dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Pengemudi bus telah ditahan polisi Israel untuk diselidiki lebih lanjut.
Video dari lokasi kejadian menunjukkan satu unit bus melaju kencang menabrak kerumunan demonstran pria Yahudi ultra-Ortodoks dalam aksi massa yang dihadiri ribuan orang itu.
Reuters belum mendapat tanggapan setelah mencoba mengkonfirmasi identitas pengemudi yang saat ini berada dalam tahanan polisi Israel.
Aturan wajib militer telah menjadi perdebatan di Israel di tengah meningginya tekanan politik terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama setahun terakhir.
Mahasiswa seminari ultra-Ortodoks telah lama dikecualikan dari aturan tersebut.
Namun, pengecualian itu melahirkan kritik tajam oleh kebanyakan warga Israel yang menganggap tidak adil.
Penolakan kaum ultra-Ortodoks bergabung dengan militer Israel didasarkan pada rasa identitas keagamaan mereka yang kuat. Pemimpin agama mereka juga khawatir keagamaan akan melemah akibat dinas militer.
Selama dua tahun terakhir, Israel telah mengalami lonjakan jumlah korban jiwa dari unsur tentara dalam beberapa dekade akibat konflik terkait dengan Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, Yaman, dan Iran.