JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) meneruskan pemberlakuan manajemen rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan kawasan Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar pada tahun ini, mulai 1 Januari hingga 31 Agustus. Kebijakan ini dilakukan seiring berlanjutnya pekerjaan konstruksi Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP 202.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo mengatakan, paket pekerjaan CP 202 mencakup pembangunan tiga stasiun bawah tanah, yakni Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, serta konstruksi terowongan dari Harmoni hingga Mangga Besar.
"Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP202 merupakan salah satu segmen pekerjaan konstruksi MRT Jakarta yang mencakup pembangunan stasiun bawah tanah Harmoni, Sawah Besar dan Mangga Besar, serta konstruksi terowongan mulai dari Harmoni hingga Mangga Besar," kata Rendy dalam keterangannya, Rabu, 7 Januari.
Rendy menjelaskan, rekayasa lalu lintas telah disiapkan bersama kontraktor pelaksana dan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta serta Ditlantas Polda Metro Jaya.
Di area Stasiun Harmoni, rekayasa lalu lintas akan berlangsung pada 1 Januari hingga 30 April 2026. Pekerjaan yang dilakukan meliputi penggalian, pekerjaan stasiun, kanal underpass, dan entrance.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk akan digeser ke sisi jalan dari Gedung BPKP hingga Gedung Sandjaja. Meski demikian, lajur kendaraan menuju Monas tetap dipertahankan sebanyak tiga lajur.
Sementara itu, pengaturan lalu lintas di Stasiun Sawah Besar dilakukan secara bertahap. Pada 1 Januari hingga 28 Februari 2026, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Kota akan dibelokkan ke sisi kanal dari Alfamart sampai Clover Bakery, lalu kembali ke sisi tengah.
Memasuki periode 1–17 Maret 2026, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas akan dibelokkan ke tengah dari Gedung Clover Bakery dan kembali ke sisi gedung sebelum Jalan Sukarjo Wiryopranoto. Selain itu, arus Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal di depan Gedung CIMB Niaga hingga sebelum Gajah Mada Plaza.
Pengaturan kembali berubah pada 18 Maret hingga 30 Juni 2026. Pada periode ini, arus Jalan Hayam Wuruk arah Monas dibelokkan ke tengah dari Hotel Ibis dan kembali ke sisi gedung setelah McDonald’s. Adapun arus Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal dari depan Gedung CIMB Niaga hingga Jalan Zainul Arifin.
Pada tahap akhir, yakni 1 Juli hingga 31 Agustus 2026, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk baik ke arah Monas maupun Kota dikembalikan ke sisi tengah. Sementara arus Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi tengah di depan Gedung CIMB Niaga.
Di Stasiun Mangga Besar, rekayasa lalu lintas tahap pertama berlangsung pada 1 Januari hingga 30 April 2026. Pada periode ini, satu lajur Jalan Hayam Wuruk arah Monas ditempatkan di sisi kanal dan kembali ke sisi gedung setelah Gedung BRI.
Selanjutnya, pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026, satu lajur Jalan Hayam Wuruk arah Monas tetap berada di sisi kanal dan dialihkan ke sisi bangunan setelah ruko Olimo.
MRT Jakarta menyadari bahwa pekerjaan ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Namun, langkah tersebut dinilai perlu demi kelancaran pembangunan infrastruktur transportasi massal.
BACA JUGA:
"PT MRT Jakarta (Perseroda) memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini," ungkap Rendy.
Masyarakat dan pengguna angkutan umum diimbau untuk selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama masa rekayasa lalu lintas berlangsung.