Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Caracas telah menyiapkan rencana kontijensi, meski situasi di ibu kota Venezuela itu berangsur kondusif, sementara seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di sana aman, kata Juru Bicara I kementerian Yvonne Mewengkang Hari Senin.

Berbicara dalam keterangan video Yvonne mengatakan, "berdasarkan pantauan langsung KBRI Caracas pada hari ini per tanggal 5 Januari, KBRI Caracas memastikan saat ini seluruh 37 WNI di venezuela dalam keadaan aman dan dapat terus berkomunikasi dengan KBRI."

"Masih terdapat gangguan jaringan komunikasi oleh provider nasional di wilayah Caracas dan pemadaman listrik di salah satu wilayah di Caracas," ungkap Yvonnes, Senin (5/1).

Lebih jauh Diplomat yang pernah berdinas di Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York ini mengatakan, "secara umum KBRI Caracas melaporkan situasi keamanan dan aktivitas sosial di caracas mulai kondusif dan menunjukkan peningkatan."

"Pasar swalayan telah beroperasi kembali dan tidak terlihat adanya fenomena panic buying di tengah masyarat," jelasnya.

"Stasiun pengisian bahan bakar telah dibuka dan mobilitas di jalan-jalan utama mulai normal," lanjutnya.

Kendati demikian, Yvonne mengatakan Kemlu RI bersama KBRI telah menyiapkan rencana kontijensi jika diperlukan.

"Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Caracas telah memiliki rencana kontijensi terkait situasi keamanan di Venezuela yang akan diberlakukan sekiranya dibutuhkan, sesuai dengan perkembangan situasi terkini," tandasnya, menambahkan pihaknya "mengimbau WNI untuk terus siaga."

Diberitakan sebelumnya, Amerika Serikat pada Hari Sabtu melancarkan serangan ke ibu kota Venezuela, Caracas yang diikuti dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores.

The New York Times mengutip pejabat Venezuela yang berbicara secara anonim melapokan, sedikitnya 40 orang tewas akibat serangan Amerika Serikat, termasuk warga sipil dan tentara.

Presiden Maduro dikenai tuduhan penyelundupan kokain ke AS dan sejumlah kejahatan lainnya, dalam dakwaan yang diluncurkan oleh jaksa federal di Southern District, New York dan menunggu persidangan Hari Senin.

Sementara, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez meminta dunia memperhatikan apa yang terjadi terhadap kedaulatan dan konstitusi negaranya, menyusul serangan Amerika Serikat pada akhir pekan.