Bagikan:

JAKARTA - KBRI Caracas tetap menyiapkan rencana kontijensi (contingeny plan), kendati belum ada rencana untuk melakukan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Venezuela, menyusul perkembangan situasi yang terjadi di negara tersebut pekan lalu.

Militer Amerika Serikat menggelar operasi di ibu kota Caracas pekan lalu, dengan diikuti penangkapan terhadap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores yang kemudian dibawa ke New York pada 3 Januari.

Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah mengatakan, pihaknya melalu KBRI Caracas memantau secara saksama situasi keamanan dan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di sana.

"Berdasarkan catatan KBRI, terdapat 37 WNI, 33 di antaranya merupakan staf dan keluarga KBRI, serta empat WNI yang tinggal menetap, menikah dan bekerja di sana," jelasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (8/1).

Lebih jauh ia menerangkan, berdasarkan informasi KBRI, seluruh WNI saat ini dalam kondisi aman dan sehat.

Guna mengantisipasi eskalasi konflik, Kemlu RI melalui KBRI Caracas telah melakukan langkah-langkah, menyusun rencana kotijensi dan melakukan aktivasi protokol pelindungan WNI, katanya.

KBRI Caracas secara intensif juga berkoordinasi dengan otoritas setempat, lanjutnya, guna memantau perkembangan situasi terkini, serta mengaktifkan perangkat komunikasi cadangan mengantisipasi blakcout dengan menyiapkan radio hingga telepon satelit agar komunikasi dengan Jakarta tidak terputus.

Dengan situasi yang sudah mulai stabil dan berangsur normal, WNI di Venezuela tetap diimbau waspada dan senantia memantau situasi terkini, kata Heni.

"Memang belum ada rencana evakuasi, karena melihat kondisi dan situasi saat ini yang menurut KBRI Caracas berangsur stabil dan normal," jelasnya.

"Namun demikian, KBRI sudah memiliki rencana kontijensi, di mana ini akan bisa dilaksanakan kapan saja. Jika kondisinya darurat dan status siaga naik ke-1, saat ini siaga-3, maka evakuasi akan dilakukan," terangnya.

"Dalam rencana tersebut sudah ada rencana-rencana untuk penanganan WNI, apakah nanti akan evakuasi melalu jalur darat atau laut, itu sudah ada," tandasnya.

Terpisah, Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Caello mengatakan, sedikitnya 100 oran tewas dalam serangan militer Amerika Serikat, dikutip dari Reuters.

Ini pengumuman perdana Pemerintah Venezuela dalam memberikan angka pasti untuk korban tewas akibat serangan AS. Sebelumnya, militer Venezuela mengunggah informasi terkait 23 daftar korban jiwa dari tentara .