Bagikan:

JAKARTA - Militer China mengatakan pihaknya mengusir pesawat Filipina yang telah "menginvasi" wilayah udara di atas Scarborough Shoal yang disengketakan di Laut China Selatan.

Belum ada rincian mengenai tindakan China mengusir pesawat Filipina pada Jumat, 12 Desember. Reuters melaporkan pihak Filipina belum berkomentar atas peristiwa ini.

Ketegangan antara China dan Filipina di Laut China Selatan memang terus bergulir.

Pada pertengahan November, pasukan Filipina mendapat provokasi dari kapal-kapal China saat mengangkut makanan, bahan bakar, dan prajurit pengganti ke pos terdepan teritorial di Beting Thomas yang disengketakan di Laut China Selatan.

Dua pejabat tinggi Filipina dikutip AFP, Selasa, 18 November, mengatakan provokasi tersebut berupa gangguan komunikasi yang berlangsung berjam-jam sebagai bagian dari praktik keamanan Beijing di atol yang terpencil tersebut.

Salah satu pejabat Filipina mengatakan Penjaga Pantai China mengganggu komunikasi di dalam dan sekitar beting tersebut saat pasukan Filipina sedang mengirimkan pasokan ke Sierra Madre.

Gangguan tampaknya untuk mencegah kemungkinan pengawasan pesawat nirawak atau drone milik Amerika Serikat terlibat lebih jauh dalam pengawasan Filipina di jalur perdagangan global utama di Laut Cina Selatan tersebut.

Meski demikian, pengangkutan pasokan dan prajurit pengganti Angkatan Bersenjata Filipina ke Beting Thomas Kedua berhasil dilaksanakan tanpa insiden yang tidak diinginkan pada Jumat pekan lalu.