JAKARTA - Kabinet pemerintah Bulgaria mengundurkan diri di tengah protes massal yang melanda negara itu hanya beberapa minggu sebelum bergabung dengan zona euro.
Pengunduran diri koalisi minoritas, yang dipimpin partai GERB sayap kanan tengah, diumumkan beberapa menit sebelum parlemen dijadwalkan untuk memberikan suara pada mosi tidak percaya yang diajukan oleh oposisi.
Mosi tak percaya ini dipicu salah urus ekonomi dan didukung oleh kemarahan publik yang meningkat atas korupsi yang meluas.
“Menjelang pemungutan suara mosi tidak percaya hari ini, pemerintah mengundurkan diri,” kata Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov kepada wartawan di parlemen dilansir ABC News, Jumat, 12 Desember.
Demonstrasi pada Rabu terjadi setelah protes pekan lalu yang dipicu oleh rencana anggaran pemerintah untuk pajak yang lebih tinggi, peningkatan kontribusi jaminan sosial, dan peningkatan pengeluaran. Pemerintah kemudian menarik rencana anggaran 2026 yang kontroversial tersebut.
Tuntutan para pengunjuk rasa telah meluas hingga mencakup seruan agar pemerintah sayap kanan tengah mundur.
“Keputusan Majelis Nasional bermakna ketika mencerminkan kehendak rakyat,” kata Zhelyazkov, merujuk pada protes anti-pemerintah. “Kami ingin berada di tempat yang diharapkan masyarakat dari kami,” ujar dia.