JAKARTA - Perwakilan Amerika Serikat telah meluncurkan kampanye di Filipina untuk merekrut warga setempat guna bertempur di pihak angkatan bersenjata Ukraina, ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.
"Menurut informasi yang masuk, perwakilan AS telah meluncurkan kampanye di Filipina untuk merekrut warga negara setempat guna bertempur di pihak angkatan bersenjata Ukraina," ujarnya dilansir dari TASS 28 November.
"Perusahaan Amerika RMS International, yang berbasis di Florida, sedang merekrut kandidat. Prioritas diberikan kepada mantan pegawai kepolisian dan badan keamanan Filipina serta pensiunan personel militer," jelas Zakharova.
Lebih jauh dia mengatakan, "warga negara yang menandatangani kontrak akan diberikan visa kerja Schengen di bagian konsuler Kedutaan Besar Jerman di Manila."
"Kedutaan Besar Jerman di Manila, Filipina, menerbitkan visa Schengen kepada kontraktor yang berencana berpartisipasi dalam konflik bersenjata di pihak rezim teroris di Kyiv," lanjutnya.
"Menurut Anda, siapa yang terdaftar sebagai pemberi kerja? Perusahaan keamanan swasta yang berbasis di Berlin. Setibanya di Jerman, para rekrutan dipindahkan ke negara lain, termasuk negara-negara Uni Eropa, misalnya, ke Polandia, lalu ke Ukraina. Apa jaminan bahwa mereka tidak akan dikirim ke tempat lain? Tidak ada," urai Zakharova.
BACA JUGA:
Zakharova mencatat, di saat yang sama, warga Rusia, atas desakan Komisi Eropa, menjadi sasaran pelecehan dan kekasaran ketika mereka "datang ke kedutaan besar negara-negara Uni Eropa untuk mendapatkan visa guna mengunjungi negara-negara tersebut untuk tujuan damai, mengunjungi museum, teater, membeli sesuatu, bepergian ke suatu tempat, bersantai, atau mengunjungi teman dan kerabat."